Rabu, 02 Juli 2014

ANALISIS ATAS TULISAN PANGGUNG AKSI PARA KIPER



Panggung Aksi para Kiper adalah tulisan Achmad Maulana. Tulisan feature ini menarik untuk diulas. Tulisan ini sederhana tetapi tetap mempertahankan dasar-dasar tulisan argumentatif. Kita lihat dari tesisnya: Kiper Tim Howard (Amerika Serikat), Guillermo Ochoa (Meksiko), dan Julio Cesar (Brasil) pun kini menjadi perbincangan. Analisis ini mencakup dari tesis, pembuatan reasons dan evidence.

Tesis tulisan Maulana tidaklah lengkap. Dia hanya mengatakan "Kiper Tim Howard (Amerika Serikat), Guillermo Ochoa (Meksiko), dan Julio Cesar (Brasil) pun kini menjadi perbincangan." Siapa yang membicarakan? Apa yang dibicarakan? Penulis memusatkan pada tiga kiper: Tim Howard, Gillermo Ochoa dan Julio Cesar. Benarkah demikian?

Reasons pertama tulisan itu adalah mayoritas di media sosial menyanjung kiper-kiper itu. Siapa yang mengatakan itu? Vincent Kompany, tindakan Romelu Lukaku dan pelatih AS Juergen Klinsman. Kemudian, reason kedua dalah Romelu Lukaku rela memeluk Howard. Reasons 3 berupa pernyataan Klinsman.

Kemudian, tulisan itu membahas kiper Mexico Gullermo Ochoa. Penulis hanya menyebut nama panggilannya saja, yaitu Ochoa. Langsung ke reason: pujian serupa ditujukan kepada Ochoa karena membawa Meksiko menahan imbang Brasil 0-0 di pertandingan Grup A dan Cesar karena membawa Brasil menang atas Cile utuk lolos ke perempat final. Kalimat topik di bagian ini terdiri dari dua topik yaitu tentang pujian terhadap Ochoa dan pujian terhadap Cesar. Kemudian, tidak ada sama sekaling kalimat pendukung (supporting sentences).

Reasons berikutnya menyebut nama-nama kiper, seperti Keylor Navas dari Kosta Rika, kiper Jerman. Bahasan tentang Ochoa diselingi bahasan kiper Kosta Rika dan kiper Jerman. Ini memang agak aneh ya membahas kiper lain untuk masuk ke kiper Ochoa lagi. Kemudian, kalimat topik itu, tidak hendak dibahas secara lengkap dengan kalimat-kalimat pendukung. Misalnya, reason lain, Ochoa tidak lagi bermain di klub setelah klub Prancis Ajaccio terdegradasi ke Divisi II dan masa kontraknya juga habis. Kemudian, bagian ini melanggar batasan tesis yang sudah dikemukakan di awal yang hanya menyebutkan bahasan pada tiga kiper saja.

Dari analisis atas tulisan Panggung Aksi para Kiper, terlihat penulis mencari bahan dari sekitarnya. Tidak harus susah mencari bahan tulisan. Hal ini terdapat di mana saja, seperti media sosial, tulisan orang lain berkenaan dengan kiper-kiper tersebut. Usahakan evidence yang diusulkan untuk reasons itu memiliki nilai jual di koran. Walaupun beberapa hal menyalahi ketentuan dasar penulisan argumentatif, seperti dua kalimat topik pada satu paragraf, secara umum tulisan ini menarik. Ringan, mudah dibaca dan pantas diterbitkan. 

Lampiran

Panggung Aksi para Kiper
ACHMAD MAULANA dari Brasil

Penampilan gemilang kiper Kosta Rika Keylor Navas mendapat perhatian dari klub Liga Primer Liverpool. `Dua kata ... Tim Howard #respect (penghormatan)', demikian kicauan sederhana di jejaring sosial Twitter yang dibuat oleh kapten Belgia Vincent Kompany.

LIONEL Messi, Neymar, dan Robin van Persie boleh saja menjadi berita utama, tapi pahlawan sebenarnya di Piala Dunia ialah para penjaga gawang. Kiper Tim Howard (Amerika Serikat), Guillermo Ochoa (Meksiko), dan Julio Cesar (Brasil) pun kini menjadi perbincangan.

Lihat saja di media sosial. Mayoritas menyanjung kiper-kiper tersebut.

`Dua kata ... Tim Howard #respect (penghormatan)', demikian kicauan sederhana di jejaring sosial Twitter yang dibuat oleh kapten Belgia Vincent Kompany setelah menang atas Amerika Serikat di babak 16 besar, kemarin dini hari.

Bahkan, Romelu Lukaku yang mencetak gol kemenangan bagi Belgia dan Dries Mertens rela memeluk Howard, kiper Everton berusia 35 tahun, yang tampil apik sepanjang 120 menit itu.

Enam belas penyelamatan, beberapa dilakukan di jarak dekat, dua penyelamatan membuang bola di atas mistar gawang, merupakan catatan terbaik bagi penjagaan gawang setelah Piala Dunia 1966.

Lini pertahanan Amerika sepertinya tidak bisa menahan gempuran lini serang Belgia yang dikomandoi Eden Hazard, Mertens, dan Divock Origi.

Pelatih AS Juergen Klinsmann mengatakan Howard mempertahankan permainan tim mereka dengan benar hingga akhir permainan, meski Amerika mempunyai sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan hingga menit-menit terakhir pertandingan.

“Cara tim bermain malam ini sangat fenomenal,“ kata Klinsmann. “Selama pertandingan berlangsung, didukung oleh performa tim, kami kembali lagi ke permainan.“

Puji Ochoa Pujian serupa ditujukan kepada Ochoa karena membawa Meksiko menahan imbang Brasil 0-0 di pertandingan Grup A dan Cesar karena membawa Brasil menang atas Cile untuk lolos ke perempat final.

Kiper Kosta Rika Keylor Navas juga merupakan pahlawan bagi timnya, ketika bermain dengan 10 pemain saat mengalahkan Yunani di babak 16 besar.

Kiper sekaligus libero kiper Jerman Manuel Neuer juga beberapa kali berlari keluar dari kotak penalti untuk menghalau bola saat digempur pemain Aljazair. “Dia bereaksi seperti seorang libero dan melindungi kami dari banyak situasi berbahaya,“ kata pelatih Jerman Joachim Loew.

Neuer bermain gemilang bersama Bayern Muenchen, tapi bagi para penjaga gawang lainnya, penampilan gemilang bisa menjadi penyelamat karier mereka.

Namun, ironis, Ochoa yang menahan Brasil selama 90 menit tidak lagi bermain di klub setelah klub Prancis Ajaccio terdegradasi ke Divisi II dan masa kontraknya juga habis.

Padahal, Ochoa tampil apik.
Aksi heroiknya saat menyelamatkan sundulan Neymar dengan satu tangan bisa dibandingkan dengan aksi kiper Inggris Gordon Banks saat menahan tembakan Pele di Piala Dunia 1970. “Saya sangat tersanjung,“ kata Ochoa. Penampilan gemilang kiper Kosta Rika Neylor Navas juga mendapat perhatian klub Liga Primer Liverpool. Navas bahkan terpilih menjadi man of the match saat melawan Yunani di babak 16 besar.

“Saya telah menghadapi para pemain hebat dan saya tidak takut. Bermain dengan yang terbaik menjadi tantangan yang bagus untuk saya,“ kata Navas yang bermain untuk klub La Liga Levante. (R-1) maulana @mediaindonesia.com

Sumber: http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar