Jumat, 21 September 2012

KISS: Keep It Short and Simple



Pernah Anda mendengar prinsip KISS atau Keep It Short and Simple dalam dunia tulis menulis? Prinsip KISS menghendaki Anda lebih cenderung menulis kalimat sederhana daripada kalimat majemuk bertingkat. Kalimat sederhana membuat pembaca melahap tulisan Anda dengan ringan. Sebaliknya, kalimat majemuk bertingkat membuat pembaca berpikir lebih lama dan jelimet. Kalimat majemuk lebih sulit difahami.

Berapa banyak kata dalam kalimat sederhana? Banyak pakar jurnalistik menyebut sebanyak-banyaknya 12 kata. Kemudian, Anda harus bisa meringkas dua atau tiga kalimat menjadi satu kalimat. Bahkan dua atau tiga paragraf menjadi satu paragraf bila memungkinkan.

Prinsip KISS menghendaki penjelasan Anda dengan jelas, gamblang dan singkat. Anda harus yakin common sense pembaca dapat menangkap penjelasan Anda. Agar jelas, gamblang dan singkat, gunakan bahasa sederhana. Uraikan gagasan Anda yang kompleks satu per satu sehingga menjadi rangkaian penjelasan yang bermakna.

Prinsip KISS ini dapat terlihat jelas ketika diterapkan di bagian pendahuluan. Tulislah yang paling menarik pembaca Anda di bagian awal. Tulisan Anda itu harus dengan gaya tulisan yang menarik. Berhati-hati lah! Panjang kalimat haruslah sepanjang-panjangnya 12 kata dan jangan lebih dari jumlah tersebut. Bila lebih, penggallah dan rubah menjadi dua kalimat atau lebih.

Gunakan kalimat aktif daripada kalimat pasif. Kalimat aktif lebih to the point. Dahulukan fakta daripada opini. Anda akan menjalin hubungan dengan fakta yang Anda sampaikan itu. Bila sudah jelas, Anda tinggal memberikan opini. Tetapi, hindari menggunakan kutipan kecuali memang sangat penting di dalam tulisan Anda.

Prinsip KISS ini begitu penting. Banyak pakar dan tokoh terkenal mendukung pendapat ini. Albert Einstein mengatakan: ‘Everything should be made as simple as possible, but no simpler’.  Leonardo Da Vinci berkata: ‘Simplicity is the ultimate sophistication’.

Siapa sih penemu prinsip KISS? Kelley Johnson seorang insinyur di perusahaan Lockeed. Dia memperkenalkan akronim ini pertama kali sebagai Keep It Simple Stupid. Dalam perkembangannya khususnya di bidang komunikasi, prinsip KISS diartikan sebagai Keep It Short and Simple.

Semoga Anda dapat menggunakan prinsip KISS di dalam tulisan-tulisan Anda.

Rabu, 19 September 2012

Lead dan 5W1H di Artikel Koran



Ada teknik pertanyaan yang dipakai di dalam dunia jurnalistik. Teknik bertanya atau pertanyaan itu adalah 5W1H (Who, What, When, Where, Why dan How). Apakah menerapkan teori penulisan berita dengan 5W1H ini berdiri sendiri atau berkaitan dengan teori bertanya lainnya? Ada berbagai teori bertanya lainnya berkembang bersama dengan teori bertanya 5W1H.

Ada teori bertanya lainnya, seperti teori bertanya Socrates. Ada enam jenis pertanyaan yang Socrates ajukan kepada murid-muridnya. Dapat dicontohkan sebagai berikut. Ketika ingin lebih tahu konsep yang Anda gunakan, ajukan pertanyaan Mengapa kamu mengatakan hal itu?; apakah maksudnya?; berikan contoh yang Anda maksudnya?.

Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut atas asumsi atau latar belakang pernyataan Anda atau orang lain. Ajukan jenis pertanyaan berikut ini: Jelaskan mengapa/bagaimana asumsi Anda tentang hal itu:; coba kamu sampaikan asumsi dasar dari pendapat Anda?; apa yang terjadi bila asumsinya A, B atau C?

Anda juga dapat menggunakan jenis pertanyaan yang dapat mengungkapkan alasan dan bukti atau dasar berpikir seseorang atau Anda sendiri. Ajukan jenis pertanyaan ini. Mengapa hal itu terjadi? Bagaimana Anda tahu tentang hal itu? Tunjukkan apa yang Anda maksudnya itu? Sama juga dengan pertanyaan. Berikan contoh dari pernyataan Anda tersebut?

Kemudian, ada juga jenis pertanyaan untuk menggali lebih dalam sudut pandang dan persepektif Anda atau orang lain gunakan. Siapakah yang dapat memperoleh manfaat dari cara berpikir ini? Apa perbedaan antara cara berpikir seperti ini dan seperti itu? Mengapa cara berpikir seperti ini lebih baik? Apakah kelemahan dan kekurangan cara berpikir seperti itu?

Ketika Anda ingin mencari tahu implikasi dan konsekuensi dari sebuah perbuatan atau perencanaan yang dibuat. Ajukan pertanyaan berikut ini. Apa yang akan terjadi? Apakah konsekuensi dari asumsi seperti itu? Bagaimana dapat digunakan pernyataan itu?

Yang terakhir, Socrates menciptakan teori bertanya tentang mengajukan pertanyaan atas pertanyaan. Misalnya, apakah pokok masalah dari pertanyaan Anda? Apakah maksud pertanyaan Anda tersebut? Paham atas pertanyaan saya? Apa menurut Anda mengapa saya mengajukan pertanyaan itu?

Dengan kata lain, teori bertanya 5W1H haruslah mengadopsi secara inheren teori bertanya Socrates di atas. Oleh karena itu, Anda harus terapkan teori bertanya 5W1H secara operasional agar berguna dan bermanfaat. Anda menempatkan teori bertanya 5W1H itu pada bagian lead berita.

Who

What

Where

When

Why

How

Lead berita yang biasanya merupakan paragraf pertama di berita suratkabar (hard news atau soft news). Lead itu dapat berbentuk direct lead; indirect lead atau impact lead atau quotation lead. Pada direct lead, Anda membaca ikhtisar 5w1H di artikel berita. Paragraf ini memberikan informasi paling penting pada bagian pertama. Kemudian, pada indirect lead, Anda menulis fakta, deskripsi atau cerita yang paling menarik minat pembaca. Kemudian. impact lead fokus pada pertanyaan "so what" dari artikel itu. Yang akan dibahas adalah bagaimana artikel beritu akan memberi pengaruh pada pembaca. Kemudian, quotation lead atau lead kutipan adalah memulai paragraf yang berisi lead dengan kutipan pernyataan seseorang yang penting di dalam artikel berita itu.

Contoh lead dari beberapa koran nasional per 20 September 2012.

Sidang Umum Inter-Parlemen Asia Tenggara (AIPA) ke-33 di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, membahas draf resolusi yang akan menjadi keputusan pertemuan tersebut. (Republika, http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/09/19/maknvx-sidang-umum-aipa-siapkan-resolusi)

Bagaimana sikap umat muslim di Amerika menyikapi berbagai macam permasalahan tersebut? Dari kasus kartun nabi hingga film yang melecehkan nabi? (Republika, http://www.republika.co.id/berita/video/umat/12/09/19/maiy6e-inilah-sikap-umat-islam-di-amerika-tentang-film-innocence-of-muslim)

"Indonesia dan Malaysia seperti suami isteri, ribut-ribut sikit (sedikit) tak mengapa lah," kata anggota Parlemen Malaysia, Tan Seng Giauw, Kamis (20/9), di sela acara ASEAN Inter Parliamentary Assembly di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selasa, 18 September 2012

Honor Menulis di Suratkabar dan Majalah



Suratkabar dan majalah di Indonesia menyediakan ruang yang cukup besar setiap hari untuk penulis freelance. Dari data Dewan Pers per tahun 2001,  terdapat 564 suratkabar. Jumlah ini mencakup 305 koran, 132 tabloid dan 127 majalah. Redaksi atau editor suratkabar memberikan ruang kepada penulis freelance untuk dapat mengisi berbagai rubriknya. Rubriknya? Kolom opini, rubrik budaya, rubrik cerpen, rubrik resensi buku.

Seorang penulis freelance dapat mengirim ke redaksi atau editor suratkabar berupa artikel, karangan opini, cerpen, resensi buku, puisi, esai budaya, cerita lucu dan surat pembaca. Dari jumlah suratkabar yang cukup besar itu di Indonesia, tentu saja penulis freelance dapat hidup dari dunia tulis menulis. Kemudian, dengan berkembangnya dunia maya, berkembang pula kebutuhan atas tulisan di media online. Tentu jumlah kebutuhan tulisan di media online semakin besar. Dengan kata lain, hidup dari dunia tulis menulis bukanlah sebuah kemustahilan. Akan tetapi, pembahasan di sini berkaitan dengan honor penulis freelance di suratkabar saja.

Ada berbagai sebutan untuk penulis freelance. Sebutan ini di antaranya penulis lepas, ghost writer, penulis bayangan, penulis hantu atau copy writer, penulis tamu, content editor atau co-writer (penulis pendamping). Sebutan itu juga memiliki perbedaan, tetapi tidak akan dibahas lebih lanjut di sini.  Hubungan penulis freelance dan redaksi suratkabar di atas adalah tanpa ikatan. Penulis freelance akan diberikan honor per tulisan yang dimuat. Di luar itu, tidak ada ikatan sama sekali meskipun pihak redaksi dapat meminta tulisan ke seorang penulis bila dianggap penting sesuai dengan isu terkini yang berkembang.

Besar honor penulis freelance di suratkabar bervariasi. Honor penulis yang tertinggi di Indonesia masih dipegang redaksi Kompas. Nilai honornya biasanya di atas 1 juta rupiah. Suratkabar Seputar Indonesia (Sindo) memberi honor antara 200 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah. Beda lagi kalau Anda membidik koran daerah. Angka honor pastilah di bawah koran nasional. Biasanya di sekitar angka 200 ribu rupiah per tulisan. Lampung Post, koran yang terbit di Lampung, memberikan honor untuk tulisan opini sebesar 200 ribu rupiah. Tentu angka ini terlihat kecil. Bila Anda rajin menulis, penghasilan Anda dari tulis menulis ini cukuplah besar. Info lebih lanjut tentang jumlah honor di sejumlah suratkabar dan majalah dapat lebih digali di antaranya di: http://semuaguru.blogspot.com/2011/04/alamat-nama-rubrik-dan-jumlah-honor.html#more. Redaksi setiap suratkabar atau majalah biasanya memberi tengak waktu penerbitan tulisan Anda. Biasanya tengak waktunya antara satu minggu dan dua minggu. Bila sudah lebih dari tengak waktu itu, Anda dapat mengirim ke suratkabar lainnya.

Minimal ada tiga tahapan yang seorang penulis freelance harus perhatikan sebelum menulis. Pertama, kepakaran Anda. Seorang penulis freelance harus memastikan diri bidang kajiannya di mana. Tidak semua bidang dapat kita menulis. Dengan demikian, Anda harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Di meja kerja seorang penulis freelance harus tersedia buku-buku standar, seperti kamus bahasa Inggris Indonesia Hassan Shadiley, Kamus Bahasa Inggris-Inggris terbitan Oxford, Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku-buku bidang kepakaran seorang penulis.

Tentu, pastikan Anda juga memiliki komputer di meja kerja Anda. Komputer telah menjadi teman setia setiap penulis freelance sekarang. Memang masih ada penulis yang menggunakan mesin tik. Akan tetapi, untuk kemudahan lebih baik Anda mulai membiasakan menggunakan komputer atau laptop. Lebih asyik lagi Anda memiliki sambungan internet. Hal ini akan memudahkan mencari data dan juga mengirimkan tulisan Anda via email. Redaksi suratkabar dan majalah biasanya memberikan alamat email resmi untuk penulis freelance mengirimkan tulisan-tulisannya.

Kedua, seorang penulis harus sering mengunjungi situs media tempat Anda akan mengirim artikel. Pemahaman atas konten media tempat Anda akan mengirim tulisan memungkinkan Anda mengetahui berbagai hal, seperti cara redaksi menggunakan bahasa dan sudut perhatian redaksi, audiens yang media itu akan tuju atau mengamati artikel opini yang pernah atau sedang terbit di media itu. Kelihatannya sepele ya. Tetapi, seorang penulis haruslah melakukan itu. Mengunjungi situs media terkait harus merupakan ritual setiap hari apalagi setelah Anda mengirim tulisan Anda. Cek recek di kolom opini atau kolom lain di situs atau suratkabar atau majalah terkait haruslah dilakukan karena tidak setiap redaksi suratkabar atau majalah akan memberitahukan tulisan Anda telah dimuat di medianya atau tidak. Yang biasanya memberitahukan tulisan kita akan dimuat atau dikembalikan adalah suratkabar Kompas, Koran Tempo, Majalah Tempo, Jawa Post.

Ketiga, buatlah kata pengantar yang baik ketika Anda mengirimkan tulisan. Berikan keterangan singkat mengenai latar belakang Anda dan jati diri Anda. Anda menuliskan itu di email Anda ke pihak redaksi. Pastikan kata yang digunakan itu renyah, bersahabat dan sopan. Jangan lupa, nomor rekening Anda juga Anda sertakan di dalam CV singkat Anda. Contoh tulisan itu dapat dilihat di antaranya di: http://bisnisinvestasisosialaku.blogspot.com/2012/06/jual-tulisan-anda-dan-jadilah-freelance.html.

Demikianlah gambaran singkat mengenai honor tulisan dan media suratkabar. Semoga Anda dapat semakin rajin untuk menulis dan berkecimpung di dunia tulis menulis. Jangan lupa pula harus memiliki semangat baja yang tinggi. Tulisan ditolak, suatu yang umum. Yang tidak umum dan lazim bagi seorang pemula adalah tulisan Anda dimuat. Ayo terus menulis!

Seorang Penulis Wajib Hukumnya untuk Menulis Setiap Waktu



Andrias Harefa dalam bukunya Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang mengatakan kemampuan untuk menuangkan ide dalam tulisan karena latihan dan belajar setiap waktu sehingga timbul keberanian untuk menulis. Perjalanan yang harus dilalui oleh seorang penulis itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Keberanian berbeda pendapat (berargumentasi) di domain publik bukan sebuah perkara kecil tanpa latihan dan belajar dari waktu ke waktu.

Agar Anda dapat menjadi seorang penulis profesional, Anda harus realistis. Ada tahapan dan proses yang harus dilewati. Waktu mengajarkan seorang penulis apakah dia tahan mendapat tempaan atau tidak. Tempaan seorang penulis adalah Anda harus realistis banyak orang mengatakan tulisan Anda akan disebut jelek atau sulit dipahami. Anda akan mengalami tekanan psikologis yang berat itu. Biasakanlah! Seorang penulis profesional haruslah berani menerima kritik karena Anda biasa mengkritikkan.

Gunawan Muhammad, penulis "Catatan Pinggir" Majalah Tempo telah menekuni menulis sejak usia belasan tahun. Mark Twain seorang penulis Amerika yang terkenal dengan berbagai bukunya The Adventures of Tom Sawyer, The Prince and the Pauper, Adventures of Huckleberry Finn dan berberbagai buku lainnya menimba ilmu melalui bacaan dan tulisan khususnya menyukai cerita-cerita lucu yang terbit di suratkabar dan berani menantang dirinya sendiri untuk menulis.  Banyak tokoh besar lahir dari penulis besar pula, seperti Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison suka membaca buku-buku penulis terkenal seperti Edward Gibbon, William Shakespear dan Charles Dickens. Beliau tidur hanya 4 jam sehari dan rahasia keberhasilan Thomas Alva Edison adalah "genius itu hasil 99% kerja keras". Bahkan nama Kartini tidak akan abadi dalam perjalanan waktu bila dia tidak menulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tidaklah heran waktulah menempa seorang penulis. Tidak masalah apa yang orang katakan atas tulisan Anda. Anda harus beri apresiasi tinggi karena mereka telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisan Anda. Bila tulisan Anda masih buruk, jangan salahkan kata-kata mereka. Salahkan diri sendiri mengapa Anda tidak berlatih lebih keras lagi. Ingatlah "genius itu hasil 99% kerja keras."

Dengan kata lain, Anda jangan memutuskan berhenti dari pekerjaan Anda sekarang dan beralih menjadi penulis profesional bila jam terbang Anda masih amatiran. Sebaliknya, Anda harus mempertahankan pekerjaan Anda sekarang ini sambil terus berlatih dan mengasah kemampuan menulis di sela waktu dan kesibukan kerja Anda. Jadikanlah Anda sebagai penulis freelance. Coba Anda menulis rubrik-rubrik news ringan, seperti entertainmen, fashion, seni, perjalanan atau lainnya. Atau Anda mencoba menulis berbagai jenis tulisan, seperti menulis cerpen atau cerber. Bahkan penulis terkenal seringkali mengatakan coba deh buat cerpen. Dengan membuat cerpen, katanya, kehidupan sehari-hari dan remeh temeh Anda tulis menjadi jalinan cerita yang menarik. Ini katanya akan mengasah kemampuan menulis berbagai hal yang detail dan rinci. Jadi jangan menghukum diri sendiri dari awal bahwa Anda hanya dapat menulis non-fiksi saja.

Bahkan Anda disarankan untuk ikut semacam kursus menulis. Katanya, kursi semacam ini membantu Anda semakin chun-in dengan dunia tulis menulis. Anda juga bertemu dengan orang-orang dengan kesukaan yang sama dan bahkan menjadikan pekerjaan sebagai profesinya. Anda juga akan diajak mengisi rubrik yang diasuh mereka. Ya anggap saja Anda mencari lingkungan yang subur (milieu) untuk menghidupkan kemampuan menulis Anda.  Dan Anda juga mulai memasuki jaringan penulis di tempat Anda. Dengan kata lain, banyak lah manfaat bila Anda mau ikut kursus menulis.

Ingatlah selalu ketika menulis Anda harus menerapkan konsep 5W plus 1 H (Who, Why, Where, When, What and How). Penguasaan kemampuan ini sebuah keharusan. Kemudian, ingatlah artikel opini juga harus memakai pedoman Piramida Terbalik. Mulailah buat premis tulisan Anda. Sebaliknya jangan hanya menulis fakta-fakta saja karena Anda tidak sedang menulis berita kan.

Oleh karena itu, teruslah berlatih berlatih dan berlatih dalam dunia tulis menulis.

Ingatlah Tanda Peringatan Ini Sebelum Menulis

Menulis sebuah artikel opini di sebuah suratkabar atau majalah itu mudah asal tahu caranya. Sebaliknya menjadi sulit sebab tidak tahu bagaimana memenuhi syarat yang sudah ditentukan pihak editor suratkabar atau majalah. Inilah persoalannya. Padahal hampir setiap suratkabar atau majalah menyediakan ruangan untuk penulis di luar pihak editor atau redaksi. Di sini diistilahkan sebagai penulis luar memberikan pedoman atau persyaratannya.

Pertama, panjang artikel opini Anda antara 500 kata hingga 650 kata panjangnya. Jumlah panjang kata di artikel opini ini bersifat manasuka bergantung pada kepentingan redaksi atau editor suratkabar atau majalah setempat. Jadi, sebelum mengirimkan artikel opini Anda, pastikan Anda memenuhi persyaratan minimal ini. Pihak redaksi atau editor suratkabar atau majalah agaknya ingin tulisan yang memenuhi persyaratan ini pertama-tama.

Tentunya, syarat kedua yang penulis artikel opini harus penuhi adalah membuat argumentasi tentang isu kebijakan publik dan tanggapan atas berbagai isu yang sedang diberitakan. Dengan kata lain, isunya harus isu yang sedang diberitakan atau isu hangat. Halaman opini biasanya memilih peristiwa yang sedang diberitakan pada hari ini daripada tahun lalu, bulan lalu, atau pekan lalu yang sudah basi.

Berikutnya membuat opini dan menyatakan opini itu dengan jelas, gamblang dan lugas. Tentu opini berbeda dengan penjelasan atas sebuah isu. Opini harus berisi argumentasi yang semua tahu (knowledgeable) tentang isu tersebut. Dengan kata lain, opini yang Anda sampaikan harus menjawab keingintahuan pembaca awam tentang isu tersebut.

Artikel opini Anda haruslah memberikan kritik atas gagasan, penalaran atau posisi yang Anda tidak setujui. Jangan sekali-kali menyerang atau mengkritisi penulis lain secara personal.

Artikel opini Anda harus ditulis dari umum ke khusus. Ada penulis menyarankan membuat premis dasar dari opini Anda. Sebaliknya hindari di awal tulisan, Anda hanya menyampaikan fakta-fakta dan membuat kesimpulan di bagian akhir. Pasti artikel opini Anda cocoknya dimasukkan ke dalam tong sampah.

Agar tulisan opini Anda dapat dimuat dan diterbitkan, banyak editor atau redaksi suratkabar menyukai orisinalitas opini Anda. Janganlah melakukan plagiat. Mengambil atau mengakui karya tulis orang lain sebagai artikel opini Anda. Wah, parah jadinya bila Anda melanggar pantangan ini.

Kemudian, artikel opini Anda haruslah menjelaskan sesuatu yang lain di luar reportase jurnalistik. Keunikan artikel opini itu membedah hal yang mendetail seperti itu. Seorang wartawan senior di Majalah Tempo mengatakan seperti itu. Contoh, ungkaplah secara analisis KPK vs Polisi terutama dari sisi kebobrokan polisi.

Artikel opini Anda haruslah independen. Anda tidak memiliki kepentingan dengan organisasi terkait. Penulis yang muatannya ditulis di halaman opini adalah orang-orang yang diharapkan memberikan pencerahan kepada publik tentang berbagai isu terkait. Bila ada konflik  kepentingan, tulisan yang berimbang harus diberikan ruang dari pihak redaksi atau editor.

Dari penjelasan mengenai berbagai hal tentang artikel opini yang dapat dibuat di halaman opini, terpenting tentunya tulisan Anda haruslah bernas, analitis dan enak dibaca. Hindari tulisan tajam tetapi kering hikmah.

Ketika menulis artikel opini, lebih baik Anda membahas sebuah isu dari peristiwa bukan isu. Seperti, ceritakan seminar yang Anda pernah ikuti yang berkaitan dengan isu tertentu. Hal ini menggambarkan sebuah gambaran yang menyegarkan kepada pembaca.

Yang terakhir, artikel opini Anda jangan sekali-kali menggunakan bahasa makalah. Caranya, anda harus lebih membumikan konsep atau teori Anda melalui perumpamaan, padanan atau contoh yang pembaca awam dapat mengerti. Gunakan bahasa Indonesia yang umum digunakan. Sebaliknya, hindari menggunakan jargon, istilah atau terma yang pembaca awam kurang menguasai atau memahami. Kata bijak: Bagi orang pintar, jelaskan masalah rumit itu dengan bahasa atau kalimat yang mudah untuk difahami.

Yang paling akhir, jangan mengirim artikel opini Anda ke lebih dari satu suratkabar atau majalah.

Jangan lupa, kirimkan via email redaksi atau editor terkait. Cari tahu alamat emailnya. Tulislah CV singkat Anda dengan bahasa yang singkat, padat dan sopan.

Selanjutnya Anda menunggu artikel opini Anda untuk dimuat. Selama menunggu, teruslah menulis, menulis dan menulis. Janganlah bosan-bosanlah untuk menulis meskipun artikel opini Anda ditolak.