Cara menulis berita menentukan karir masa depan Anda. Menulis berita dibedakan dari menulis opini. Anda harus menentukan satu berita itu layak atau tidak. Kelayakanan sebuah berita ditentukan dari banyak aspek. Berita itu haruslah baru, penting, unik bukan yang biasa-biasa saja, memenuhi dua asas (kedekatan dan keterkenalan), trend dan memenuhi unsur rumusan 5W1H.
Jenis berita hard news haruslah beritanya lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dan berisi hanya fakta-fakta semata. Hard news itu menunjukkan isi beritanya dan cara penulisannya disebut dengan istilah straight news.
Tulisan berita hard news atau dikenal juga sebagai straight news haruslah memenuhi unsur piramida terbalik. Bahasa Inggrisnya disebut sebagai the inverted pyramid style of reporting. Lebih umum dan penting di depan dan yang lebih khusus dan kurang penting dibelakang.
Contoh tentang kebakaran pada KRI Klewang
KRI Klewang terbakar yang diduga karena kornsleting listrik di Dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat 28 September 2012. Kebakaran terjadi pada pukul 15.15 WIB. Penyebab sementara atas kapal siluman tercanggih yang dimiliki TNI itu adalah korsleting listrik di kabin inti kapal itu.
Kapal ini menerapkan teknologi berlunas tiga atau trimaran dengan bahan fiber (infus vnylester carbon fiber). Kapal ini bernomor lambung 625. Kapal perang KRI Klewang ini merupakan hasil kerja bareng antara North Sea Boats Pte Ltd atau PT Lundidn Industry dan LOMO Cean dari Selandia Baru. Kapal ini diperuntukkan berpatroli di pesisi yang panjang. Keunggulan KRI ini ringan dan efisien dalam perawatannya.
Contoh lain tentang penarikan penyidik Polri di KPK.
Hingga batas akhir kemarin, lima penyidik Polri yang ditugaskan di KPK belum melapor ke Mabes Polri. Menurut Juru bicara KPK, Johan Budi, kelima penyidik itu masih belum menyelesaikan tugas penyerahan kasus ke penyidik lainnya. Polri menarik 20 penyidiknya di KPK bersamaan dengan mencuatnya kasus Simulator Lalu Lintas di Polri. Ada dugaan penarikan itu karena kasus tersebut.
Tampilkan postingan dengan label piramida terbalik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piramida terbalik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 September 2012
Menulis Berita, 5W1H dan Piramida Terbalik
Menulis berita sekarang dapat
dilakukan setiap orang dengan lahirnya citizen
journalism. Anda wartawan meskipun pekerjaan Anda bukan wartawan. Ini
dimungkinkan karena domain media massa atau pers semakin berkembang dengan
kemajuan teknologi. Pers meluas dari media cetak, media elektronik auditif dan
media elektronik audiovuisual hingga media online internet.
Sebagai wartawan, Anda harus
dapat membedakan penulisan berita jenis straight
news report, depth news report, comprehensive news, interpretative report,
feature story, depth reporting, investigative reporting dan editorial writing.
Pada prinsipnya, Anda harus
memahami pengertian berita yang dalam bahasa Inggrisnya news. Berita dapat
diartikan sebagai laporan yang penting, menarik perhatian, relatif baru dan
menjadi minat pembaca. Pers sering diartikan sebagai media massa.
Teknik menulis berita harus
memahami dengan jelas tiga prinsip: teknik pelaporan, pola piramida terbalik (inverted pyramid) dan menggunakan
rumusan 5W1H.
Rumusan 5W1H terutama digunakan
dalam dua paragraf pertama. Dua paragraf itu sering disebut LEAD atau (LEDE).
Biasanya sebagian besar 5W1H terjawab dibagian LEAD ini.
Misalnya,
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa menyerukan boikot
produk Israel di Jenewa, Jum'at (28/9). Seruan ini ditujukan kepada
negara-negara Arab agar Israel dapat memberikan kemerdekaan bagi bangsa
Palestina. Menlu Marty menyerukan langkah itu karena tidak ada kemajuan
perundingan damai Israel-Palestina.
Bila kita menganalisis contoh
di atas, WHO merujuk pada Menteri
Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa. WHAT berupa seruan atas produk-produk Israel. WHERE dikatakan di Jenewa. WHEN
pada hari Jum'at (28/9). WHY Israel
tidak serius memberikan kemerdekaan Palestina dan tidak ada kemajuan
perundingan damai Israel-Palestina.
Pola piramida terbalik (inverted pyramid) digunakan. Ada
beberapa alasan atas penerapan ini. Waktu yang terbatas, wartawan harus mencari
cara menuliskan dan melaporkan fakta itu dengan paling mudah dan sederhana.
Dengan pola piramida
terbalik, cara menulis Anda adalah deduktif. Pesan berita ditulis dari yang
umum ke yang khusus. Penjelasan dan uraian ditempatkan pada bagian berikutnya.
Paragraf pertama berisi resume fakta utama dan yang akan dijelaskan di bagian
paragraf berikutnya.
Dalam menulis berita,
haruslah diutamakan netralitas. Bedakan antara fakta dan opini. Jangan campur
aduk keduanya. Lebih baik menempatkan fakta pada bagian terdepan dan
dilanjutkan dengan penafsiran atau opini. Ini bagian prinsip dasar penulisan
berita.
Label:
5w1H,
berita,
inverted pyramid,
menulis berita,
piramida terbalik
Selasa, 18 September 2012
Seorang Penulis Wajib Hukumnya untuk Menulis Setiap Waktu
Andrias
Harefa dalam bukunya Agar
Menulis-Mengarang Bisa Gampang mengatakan kemampuan untuk menuangkan ide
dalam tulisan karena latihan dan belajar setiap waktu sehingga timbul
keberanian untuk menulis. Perjalanan yang harus dilalui oleh seorang penulis itu
tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Keberanian berbeda pendapat
(berargumentasi) di domain publik bukan sebuah perkara kecil tanpa latihan dan
belajar dari waktu ke waktu.
Agar
Anda dapat menjadi seorang penulis profesional, Anda harus realistis. Ada
tahapan dan proses yang harus dilewati. Waktu mengajarkan seorang penulis
apakah dia tahan mendapat tempaan atau tidak. Tempaan seorang penulis adalah
Anda harus realistis banyak orang mengatakan tulisan Anda akan disebut jelek
atau sulit dipahami. Anda akan mengalami tekanan psikologis yang berat itu.
Biasakanlah! Seorang penulis profesional haruslah berani menerima kritik karena
Anda biasa mengkritikkan.
Gunawan
Muhammad, penulis "Catatan Pinggir" Majalah Tempo telah menekuni
menulis sejak usia belasan tahun. Mark Twain seorang penulis Amerika yang
terkenal dengan berbagai bukunya The
Adventures of Tom Sawyer, The Prince and the Pauper, Adventures of Huckleberry
Finn dan berberbagai buku lainnya menimba ilmu melalui bacaan dan tulisan
khususnya menyukai cerita-cerita lucu yang terbit di suratkabar dan berani
menantang dirinya sendiri untuk menulis.
Banyak tokoh besar lahir dari penulis besar pula, seperti Thomas Alva
Edison. Thomas Alva Edison suka membaca buku-buku penulis terkenal seperti
Edward Gibbon, William Shakespear dan Charles Dickens. Beliau tidur hanya 4 jam
sehari dan rahasia keberhasilan Thomas Alva Edison adalah "genius itu
hasil 99% kerja keras". Bahkan nama Kartini tidak akan abadi dalam
perjalanan waktu bila dia tidak menulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
Tidaklah
heran waktulah menempa seorang penulis. Tidak masalah apa yang orang katakan
atas tulisan Anda. Anda harus beri apresiasi tinggi karena mereka telah
meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisan Anda. Bila tulisan Anda masih
buruk, jangan salahkan kata-kata mereka. Salahkan diri sendiri mengapa Anda
tidak berlatih lebih keras lagi. Ingatlah "genius itu hasil 99% kerja
keras."
Dengan
kata lain, Anda jangan memutuskan berhenti dari pekerjaan Anda sekarang dan
beralih menjadi penulis profesional bila jam terbang Anda masih amatiran.
Sebaliknya, Anda harus mempertahankan pekerjaan Anda sekarang ini sambil terus berlatih
dan mengasah kemampuan menulis di sela waktu dan kesibukan kerja Anda.
Jadikanlah Anda sebagai penulis freelance.
Coba Anda menulis rubrik-rubrik news ringan, seperti entertainmen, fashion,
seni, perjalanan atau lainnya. Atau Anda mencoba menulis berbagai jenis tulisan,
seperti menulis cerpen atau cerber. Bahkan penulis terkenal seringkali
mengatakan coba deh buat cerpen. Dengan membuat cerpen, katanya, kehidupan
sehari-hari dan remeh temeh Anda tulis menjadi jalinan cerita yang menarik. Ini
katanya akan mengasah kemampuan menulis berbagai hal yang detail dan rinci.
Jadi jangan menghukum diri sendiri dari awal bahwa Anda hanya dapat menulis non-fiksi
saja.
Bahkan
Anda disarankan untuk ikut semacam kursus menulis. Katanya, kursi semacam ini
membantu Anda semakin chun-in dengan dunia tulis menulis. Anda juga bertemu
dengan orang-orang dengan kesukaan yang sama dan bahkan menjadikan pekerjaan
sebagai profesinya. Anda juga akan diajak mengisi rubrik yang diasuh mereka. Ya
anggap saja Anda mencari lingkungan yang subur (milieu) untuk menghidupkan kemampuan menulis Anda. Dan Anda juga mulai memasuki jaringan penulis
di tempat Anda. Dengan kata lain, banyak lah manfaat bila Anda mau ikut kursus
menulis.
Ingatlah
selalu ketika menulis Anda harus menerapkan konsep 5W plus 1 H (Who, Why,
Where, When, What and How). Penguasaan kemampuan ini sebuah keharusan.
Kemudian, ingatlah artikel opini juga harus memakai pedoman Piramida Terbalik.
Mulailah buat premis tulisan Anda. Sebaliknya jangan hanya menulis fakta-fakta
saja karena Anda tidak sedang menulis berita kan.
Oleh
karena itu, teruslah berlatih berlatih dan berlatih dalam dunia tulis menulis.
Label:
5W+1H,
artikel opini,
menulis,
penulis,
piramida terbalik,
tulisan
Langganan:
Postingan (Atom)