Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

Do Research Before Writing: Tulisan Bermutu Haruslah Berbasis Penelitian

Kalimat Do Research Before Writing seakan-akan mengharuskan setiap penulis melakukan penelitian karena dalam keseharian banyak tulisan dibuat tanpa disertai dengan kegiatan penelitian terlebih dahulu. Bila tanpa penelitian, banyak kegiatan menulis gagal total. Ibarat pisau, kebuntuan di dalam kegiatan penulisan dapat terpecahkan dengan penelitian.

Bayangkan seorang wartawan tidak turun ke lapangan. Dapat dipastikan apa yang dilakukan sang wartawan adalah mengarang berita. Suratkabar tempat dia bekerja akan mempublikasi berita karangannya. Apa yang terjadi? Pihak redaksi akan dibanjiri surat pembaca, sms, email dan telepon. Masyarakat akan mempertanyakan kebenaran berita karangan wartawan itu. Atau berita itu dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Bila terjadi, dapat dipastikan masa depannya sebagai seorang wartawan akan berakhir. Atau pihak redaksi merasa kecolongan. Pihak tersebut tidak melakukan kegiatan keredaksian dengan baik. Redaktur tidak sama sekali melakukan cross check tentang data yang wartawan itu peroleh.

Di dunia akademis, seorang mahasiswa pasti harus melalui apa yang disebut sidang skripsi/thesis/disertasi. Di sidang skripsi/thesis/disertasi, setiap hal akan ditanyakan. Penguji yang terdiri dari dosen, dekan dan rektor akan bertanya bagaimana metode pengumpulan data dan metode pengolahan data penelitian.

Dengan kegiatan penelitian, terlihat seorang penulis memiliki bahan dasar berupa hasil penelitian. Hasil penelitian menjadi bahan ide tulisannya. Ide segar seakan-akan mengalir deras tanpa henti. Bagian penelitian yang dia kehendaki dapat diambil untuk menyempurnakan tulisannya dan apa yang tidak diabaikan. Secara tidak sadar, ide dari hasil penelitian yang diabaikan merupakan faktor pemerkaya tulisan itu pula. Inilah manfaat penelitian sebelum menulis. 

Ada tiga tujuan yang dapat diraih dari kegiatan penelitian:

1. Tulisan berbasis penelitian mengajarkan pembaca sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru dapat berkenaan dengan perspektif atau alternatif cara berpikir. Perspektif atau alternatif cara berpikir akan lebih berarti ketika memasukkan pendapat pribadi di dalamnya. Tentu, Anda akan memberi penilaian secara pribadi atas berbagai perspektif atau cara berpikir itu.

2. Tulisan berbasis penelitian membantu pembaca tentang kepakaran Anda di bidang itu. Ini memungkinkan pembaca mendaulat Anda sebagai seorang pakar. Tidaklah mengherankan berbagai penulis di bidang tertentu kemudian dapat diminta pendapat berbagai macam tentang bidang tersebut. Ini sebagai bentuk pendaulatan Anda sebagai pakar bidang itu.

3. Tulisan berbasis penelitian haruslah bersifat komprehensif. Tulisan semacam ini memungkinkan Anda mengumpulkan dan menyampaikan berbagai perspektif yang berbeda tentang sastu topik kepada pembaca. Termasuk di dalam tulisan itu, perspektif yang bertentangan dengan pandangan penulis itu sendiri. Inilah  kearifan seorang penulis di dalam kegiatan tulis menulis ini. 

Untuk memulai penelitian, Anda harus mencari apa yang disebut dengan keyword. Keyword adalah sebuah konsep yang memiliki nilai dan makna tertentu di dalam penelitian di satu bidang ilmu tertentu. Analisis keyword biasanya digunakan di kalangan penggiat marketing online. Nama lain dari keyword adalah konsep. Konsep adalah kata yang memiliki makna dan nilai tertentu. Konsep merupakan batu bata dari sebuah tulisan dan biasanya dikumpulkan di akhir sebuah buku sebagai indeks.

Untuk mencari konsep yang tepat, sekali lagi Anda harus banyak membaca. Cara yang paling mudah untuk melakukan penelitian sebelum Anda menulis adalah mencari informasi di internet. Ini sumber yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Ada segi praktis. Di internet pula, tersedia banyak data. Apalagi jaringan internet Anda bagus dan jarang hang.
Dari konsep yang Anda gunakan, pastikan Anda melakukan berbagai hal berikut ini. Pertama, cari latar belakang konsep-konsep terkait. Anda dapat melihat konsep-konsep itu secara komprehensif atau menyeluruh atau spesifik. Jangan membiarkan diri Anda terlalu spesifik tetapi dengan melupakan pengetahuan yang general. Ingat selalu aspek specific versus general di dalam penelitian.

Kedua, konsep itu harus pula dikaitkan dengan berita terkait. Data mengenai berbagai info terakhir mengenai satu tema menarik pula dikaitkan dengan up-to-date kasus itu sendiri. Jadi jangan lupa mencari info berita. Berkenaan dengan berita pula, Anda harus pastikan Anda dapat memperoleh atau mengikuti berita paling up-to-date. Cara ini memungkinkan Anda tidak terlalu ketinggalan zaman denggan perkembangan terakhir.

Kemudian, fakta dan informasi yang diperoleh di dalam penelitian dapat digunakan secara berbeda-beda. Anda dapat menggunakannya untuk kepentingan personal semata. Hal ini biasanya tidak membutuhkan topik pembahasan topik yang mendalam. Di sini Anda hanya ingin tahu satu permasalahan saja.

Pada tingkat yang lebih tinggi, fakta dan informasi itu dapat digunakan lebih dari hanya sebagai data dan fakta saja. Fakta dan informasi itu berubah menjadi bukti. Bukti ini dapat digunakan untuk menguji dan mendukung jawaban atas pertanyaan Anda. Jadi, harus ditegaskan di sini adalah fakta dan informasi itu merupakan bukti untuk diuji dan mendukung jawaban atas satu pertanyaan.

Pernyataan di atas dapat formulasikan sebagai berikut:

I. Saya membahas topik X (Presiden Soeharto),
II. Karena saya menemukan topik Y (mengapa Presiden Soeharto sebagai bapak bangsa),

III. Dengan demikian, saya dapat membantu pembacaa lain memahami topik Z (bagaimana konsepsi bapak bangsa itu seorang presiden negeri ini membentuk karakter bangsa yang elitis).

Dari formula di atas, dapat disimpulkan, peneliti melakukan penelitian mulai dari minat pribadi. Poin I memberikan alasan mengapa keingintahuan atas satu konsep itu penting seperti kasus Presiden Soeharto. Tetapi, seorang peneliti jangan berhenti di topik X saja, tetapi harus diberi pertanyaan mengapa (why). Konsep what di poin I berkaitan dengan opini, sedangkan konsep why berkaitan dengan reasons (alasan). Selain kedua topik itu, di poin III ada topik how. Ini berkaitan dengan bukti-bukti. Oleh karena itu, formula di atas begitu menarik. Anda dapat mengerjakan jenis penelitian apapun juga yang Anda sukai untuk tulisan Anda.

Jumat, 21 September 2012

Apa Anda Sudah Tahu Sebelum Menulis?



Siapakah yang akan membaca tulisan Anda?


Pertanyaan ini penting. Anda akan menulis dengan audiens yang tepat. Anda menjelaskan berbagai hal yang diperlukan pembaca yang terkait. Sebaliknya, Anda tidak akan membahas hal-hal yang tidak perlu. Di dalam tulis menulis yang saya pernah baca, pertanyaan ini tidak pernah dibahas. Kita menulis apa yang kita maui saja bukan audiens yang maui.

Bila Anda bekerja di sebuah lembaga pemerintah, maka tulisan Anda haruslah tepat sasaran. Apakah tulisan Anda memberi pencerahan bagi internal lembaga pemerintah atau lembaga lainnya di jajaran pemerintah? Apakah para ilmuwan? Atau apakah masyarakat umum?

Beda audiens tentu tulisan Anda akan beda konten dan cara pembahasannya. Apalagi bila lembaga pemerintah tempat Anda bekerja mengupload semua tulisan yang dibuat di lembaga tersebut. Dengan demikian, citra lembaga yang Anda wakili harus terjaga dan terjamin. Suatu yang mustahil Anda menjelek-jelekkan lembaga tempat Anda bekerja sendiri.

Apakah yang Anda akan capai dari tulisan Anda?


Pertanyaan ini menjadi penting karena tulisan Anda memberi pengaruh yang besar pada audiens sasaran. Apa yang Anda inginkan dari mereka setelah membaca tulisan Anda? Apakah Anda menghendaki membuat sebuah keputusan penting? Apakah Anda hendak memberikan arahan tentang cara menghadapi situasi tertentu? Atau apakah Anda memberikan cara memecahkan masalah? Atau mungkin, Anda ingin merubah sikap pembaca atas masalah tertentu?

Beberapa contoh pertanyaan di atas menunjukkan Anda akan memastikan memilih salah satu atau beberapa pertanyaan yang hendak Anda jawab. Setelah menentukan pertanyaan, pastikan Anda mengarahkan perspektif atau cara pandang Anda. Hal ini akan mengarahkan tulisan Anda. Pertanyaan ini menentukan pertanyaan berikutnya.

Apakah poin yang Anda akan masukkan di dalam tulisan Anda?


Anda tentunya harus menentukan pesan yang Anda akan berikan. Lebih baik pesan atau poin yang Anda akan sampaikan ditulis dalam sebuah daftar pesan. Apa yang terlintas di dalam benak Anda tuliskan. Dengan menuliskan, Anda dapat mengingat dan mengambil poin pesan yang relevan dan mencoret mana yang tidak.

Kemudian, Anda mengelompokkannya dalam poin pesan yang terkait. Bila Anda sudah buat kelompok pesan, pastikan Anda dapat mencari fakta-fakta terkait per setiap kelompok. Di dalam fakta itu, tulisan pula pendapat para ahli yang Anda akan masukkan. Tidak semua pendapat ahli atau pakar Anda butuhkan.

Cara ini akan memudahkan Anda dalam penulisan. Apapun yang Anda tulis, maka bentuk check list ini membantu. Apakah teks itu memo, laporan, surat, pedoman teknis atau bahkan perundang-undangan, ketentuan drafting tertentu juga bisa. Jadi jangan heran, ketiga pertanyaan di atas sangatlah penting.

Pertanyaan terakhir adalah ajukan pertanyaan 5W1H?


Apa yang ada di dalam WHAT? Anda harus menuliskan pesan utama Anda. Pesan ini harus dibuat dalam huruf yang jelas sejelas-jelasnya. Pesan ini akan merupakan amanat dari tulisan itu.

Apakah WHO di dalam tulisan Anda? WHO di sini adalah orang-orang terkait di dalam tulisan ini. Orang-orang itu bukan asal sebut saja. Mereka haruslah memiliki peran penting dalam membangun tulisan Anda.

WHEN yang digunakan di dalam tulisan Anda? Apakah hari ini, jam ini, rentang waktu tertentu, tenggak waktu atau apa.... Tentu beda cara memandangnya antara waktu perjuangan tahun 1945 dan pada waktu awal reformasi.

Kemudian, WHERE tulisan Anda? Dimana saja tempat-tempat yang Anda akan gunakan. Memang agak aneh ya! Ya tidak apa bila belum memastikan. Minimal setelah tulisan selesai Anda memastikan WHERE ini dengan lebih seksama dan terarah.

HOW di tulisan Anda bagaimana? Anda akan memberikan penjelasan dan menggambarkan keadaan. Penjelasan dan penggambaran keadaan ini penting. Tanpa keduanya, tidak akan bermakna pesan yang dibawa di dalam tulisan ini. Siapa yang Anda akan bangkitkan di dalam tulisan Anda atau yang lainnya, seperti WHEN dan WHERE-nya.

HOW ini berkaitan dengan WHY. Keduanya seperti sisi mata uang. Sekali lagi, keduanya saling menjalin dan berhubungan. WHY menjelaskan tujuan atau masalah yang dihadapi. WHY semakin penting bila pembaca menghendaki jawaban yang menentukan, seperti penyakit HIV dapat disembuhkan dengan obat X. Tentu Anda harus menjelaskan bagaimana sebab dan akibat dan/atau tujuan dari pengobatan HIV Aids dengan metode ini.

Pada akhirnya, seberapa besar (HOW MUCH) dapat yang dapat dikalkulasi dan diukur. Berbagai poin di atas tidaklah saling terpisah satu sama lain. Masing-masing berdiri secara independen. Tetapi, bagian-bagian itu tidak akan menyempurnakan independensinya tanpa keberadaan pertanyaan lainnya.

Demikianlah, empat pertanyaan yang Anda harus jawab sebelum Anda menulis. Penyiapan jawaban atas hal ini memungkinkan langkah penulisan Anda akan lebih cepat terselesaikan. Poin ini seperti warming up atau foreplay sebelum Anda masuk dalam permainan sebenarnya. Semoga Anda dapat menerapkannya.

Selasa, 18 September 2012

Seorang Penulis Wajib Hukumnya untuk Menulis Setiap Waktu



Andrias Harefa dalam bukunya Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang mengatakan kemampuan untuk menuangkan ide dalam tulisan karena latihan dan belajar setiap waktu sehingga timbul keberanian untuk menulis. Perjalanan yang harus dilalui oleh seorang penulis itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Keberanian berbeda pendapat (berargumentasi) di domain publik bukan sebuah perkara kecil tanpa latihan dan belajar dari waktu ke waktu.

Agar Anda dapat menjadi seorang penulis profesional, Anda harus realistis. Ada tahapan dan proses yang harus dilewati. Waktu mengajarkan seorang penulis apakah dia tahan mendapat tempaan atau tidak. Tempaan seorang penulis adalah Anda harus realistis banyak orang mengatakan tulisan Anda akan disebut jelek atau sulit dipahami. Anda akan mengalami tekanan psikologis yang berat itu. Biasakanlah! Seorang penulis profesional haruslah berani menerima kritik karena Anda biasa mengkritikkan.

Gunawan Muhammad, penulis "Catatan Pinggir" Majalah Tempo telah menekuni menulis sejak usia belasan tahun. Mark Twain seorang penulis Amerika yang terkenal dengan berbagai bukunya The Adventures of Tom Sawyer, The Prince and the Pauper, Adventures of Huckleberry Finn dan berberbagai buku lainnya menimba ilmu melalui bacaan dan tulisan khususnya menyukai cerita-cerita lucu yang terbit di suratkabar dan berani menantang dirinya sendiri untuk menulis.  Banyak tokoh besar lahir dari penulis besar pula, seperti Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison suka membaca buku-buku penulis terkenal seperti Edward Gibbon, William Shakespear dan Charles Dickens. Beliau tidur hanya 4 jam sehari dan rahasia keberhasilan Thomas Alva Edison adalah "genius itu hasil 99% kerja keras". Bahkan nama Kartini tidak akan abadi dalam perjalanan waktu bila dia tidak menulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tidaklah heran waktulah menempa seorang penulis. Tidak masalah apa yang orang katakan atas tulisan Anda. Anda harus beri apresiasi tinggi karena mereka telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisan Anda. Bila tulisan Anda masih buruk, jangan salahkan kata-kata mereka. Salahkan diri sendiri mengapa Anda tidak berlatih lebih keras lagi. Ingatlah "genius itu hasil 99% kerja keras."

Dengan kata lain, Anda jangan memutuskan berhenti dari pekerjaan Anda sekarang dan beralih menjadi penulis profesional bila jam terbang Anda masih amatiran. Sebaliknya, Anda harus mempertahankan pekerjaan Anda sekarang ini sambil terus berlatih dan mengasah kemampuan menulis di sela waktu dan kesibukan kerja Anda. Jadikanlah Anda sebagai penulis freelance. Coba Anda menulis rubrik-rubrik news ringan, seperti entertainmen, fashion, seni, perjalanan atau lainnya. Atau Anda mencoba menulis berbagai jenis tulisan, seperti menulis cerpen atau cerber. Bahkan penulis terkenal seringkali mengatakan coba deh buat cerpen. Dengan membuat cerpen, katanya, kehidupan sehari-hari dan remeh temeh Anda tulis menjadi jalinan cerita yang menarik. Ini katanya akan mengasah kemampuan menulis berbagai hal yang detail dan rinci. Jadi jangan menghukum diri sendiri dari awal bahwa Anda hanya dapat menulis non-fiksi saja.

Bahkan Anda disarankan untuk ikut semacam kursus menulis. Katanya, kursi semacam ini membantu Anda semakin chun-in dengan dunia tulis menulis. Anda juga bertemu dengan orang-orang dengan kesukaan yang sama dan bahkan menjadikan pekerjaan sebagai profesinya. Anda juga akan diajak mengisi rubrik yang diasuh mereka. Ya anggap saja Anda mencari lingkungan yang subur (milieu) untuk menghidupkan kemampuan menulis Anda.  Dan Anda juga mulai memasuki jaringan penulis di tempat Anda. Dengan kata lain, banyak lah manfaat bila Anda mau ikut kursus menulis.

Ingatlah selalu ketika menulis Anda harus menerapkan konsep 5W plus 1 H (Who, Why, Where, When, What and How). Penguasaan kemampuan ini sebuah keharusan. Kemudian, ingatlah artikel opini juga harus memakai pedoman Piramida Terbalik. Mulailah buat premis tulisan Anda. Sebaliknya jangan hanya menulis fakta-fakta saja karena Anda tidak sedang menulis berita kan.

Oleh karena itu, teruslah berlatih berlatih dan berlatih dalam dunia tulis menulis.