Kalimat Do Research Before Writing seakan-akan mengharuskan setiap penulis melakukan penelitian karena dalam keseharian banyak tulisan dibuat tanpa disertai dengan kegiatan penelitian terlebih dahulu. Bila tanpa penelitian, banyak kegiatan menulis gagal total. Ibarat pisau, kebuntuan di dalam kegiatan penulisan dapat terpecahkan dengan penelitian.
Bayangkan seorang wartawan tidak turun ke lapangan. Dapat dipastikan apa yang dilakukan sang wartawan adalah mengarang berita. Suratkabar tempat dia bekerja akan mempublikasi berita karangannya. Apa yang terjadi? Pihak redaksi akan dibanjiri surat pembaca, sms, email dan telepon. Masyarakat akan mempertanyakan kebenaran berita karangan wartawan itu. Atau berita itu dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Bila terjadi, dapat dipastikan masa depannya sebagai seorang wartawan akan berakhir. Atau pihak redaksi merasa kecolongan. Pihak tersebut tidak melakukan kegiatan keredaksian dengan baik. Redaktur tidak sama sekali melakukan cross check tentang data yang wartawan itu peroleh.
Di dunia akademis, seorang mahasiswa pasti harus melalui apa yang disebut sidang skripsi/thesis/disertasi. Di sidang skripsi/thesis/disertasi, setiap hal akan ditanyakan. Penguji yang terdiri dari dosen, dekan dan rektor akan bertanya bagaimana metode pengumpulan data dan metode pengolahan data penelitian.
Dengan kegiatan penelitian, terlihat seorang penulis memiliki bahan dasar berupa hasil penelitian. Hasil penelitian menjadi bahan ide tulisannya. Ide segar seakan-akan mengalir deras tanpa henti. Bagian penelitian yang dia kehendaki dapat diambil untuk menyempurnakan tulisannya dan apa yang tidak diabaikan. Secara tidak sadar, ide dari hasil penelitian yang diabaikan merupakan faktor pemerkaya tulisan itu pula. Inilah manfaat penelitian sebelum menulis.
Ada tiga tujuan yang dapat diraih dari kegiatan penelitian:
1. Tulisan berbasis penelitian mengajarkan pembaca sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru dapat berkenaan dengan perspektif atau alternatif cara berpikir. Perspektif atau alternatif cara berpikir akan lebih berarti ketika memasukkan pendapat pribadi di dalamnya. Tentu, Anda akan memberi penilaian secara pribadi atas berbagai perspektif atau cara berpikir itu.
2. Tulisan berbasis penelitian membantu pembaca tentang kepakaran Anda di bidang itu. Ini memungkinkan pembaca mendaulat Anda sebagai seorang pakar. Tidaklah mengherankan berbagai penulis di bidang tertentu kemudian dapat diminta pendapat berbagai macam tentang bidang tersebut. Ini sebagai bentuk pendaulatan Anda sebagai pakar bidang itu.
3. Tulisan berbasis penelitian haruslah bersifat komprehensif. Tulisan semacam ini memungkinkan Anda mengumpulkan dan menyampaikan berbagai perspektif yang berbeda tentang sastu topik kepada pembaca. Termasuk di dalam tulisan itu, perspektif yang bertentangan dengan pandangan penulis itu sendiri. Inilah kearifan seorang penulis di dalam kegiatan tulis menulis ini.
Untuk memulai penelitian, Anda harus mencari apa yang disebut dengan keyword. Keyword adalah sebuah konsep yang memiliki nilai dan makna tertentu di dalam penelitian di satu bidang ilmu tertentu. Analisis keyword biasanya digunakan di kalangan penggiat marketing online. Nama lain dari keyword adalah konsep. Konsep adalah kata yang memiliki makna dan nilai tertentu. Konsep merupakan batu bata dari sebuah tulisan dan biasanya dikumpulkan di akhir sebuah buku sebagai indeks.
Untuk mencari konsep yang tepat, sekali lagi Anda harus banyak membaca. Cara yang paling mudah untuk melakukan penelitian sebelum Anda menulis adalah mencari informasi di internet. Ini sumber yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Ada segi praktis. Di internet pula, tersedia banyak data. Apalagi jaringan internet Anda bagus dan jarang hang.
Dari konsep yang Anda gunakan, pastikan Anda melakukan berbagai hal berikut ini. Pertama, cari latar belakang konsep-konsep terkait. Anda dapat melihat konsep-konsep itu secara komprehensif atau menyeluruh atau spesifik. Jangan membiarkan diri Anda terlalu spesifik tetapi dengan melupakan pengetahuan yang general. Ingat selalu aspek specific versus general di dalam penelitian.
Kedua, konsep itu harus pula dikaitkan dengan berita terkait. Data mengenai berbagai info terakhir mengenai satu tema menarik pula dikaitkan dengan up-to-date kasus itu sendiri. Jadi jangan lupa mencari info berita. Berkenaan dengan berita pula, Anda harus pastikan Anda dapat memperoleh atau mengikuti berita paling up-to-date. Cara ini memungkinkan Anda tidak terlalu ketinggalan zaman denggan perkembangan terakhir.
Kemudian, fakta dan informasi yang diperoleh di dalam penelitian dapat digunakan secara berbeda-beda. Anda dapat menggunakannya untuk kepentingan personal semata. Hal ini biasanya tidak membutuhkan topik pembahasan topik yang mendalam. Di sini Anda hanya ingin tahu satu permasalahan saja.
Pada tingkat yang lebih tinggi, fakta dan informasi itu dapat digunakan lebih dari hanya sebagai data dan fakta saja. Fakta dan informasi itu berubah menjadi bukti. Bukti ini dapat digunakan untuk menguji dan mendukung jawaban atas pertanyaan Anda. Jadi, harus ditegaskan di sini adalah fakta dan informasi itu merupakan bukti untuk diuji dan mendukung jawaban atas satu pertanyaan.
Pernyataan di atas dapat formulasikan sebagai berikut:
I. Saya membahas topik X (Presiden Soeharto),
II. Karena saya menemukan topik Y (mengapa Presiden Soeharto sebagai bapak bangsa),
III. Dengan demikian, saya dapat membantu pembacaa lain memahami topik Z (bagaimana konsepsi bapak bangsa itu seorang presiden negeri ini membentuk karakter bangsa yang elitis).
Dari formula di atas, dapat disimpulkan, peneliti melakukan penelitian mulai dari minat pribadi. Poin I memberikan alasan mengapa keingintahuan atas satu konsep itu penting seperti kasus Presiden Soeharto. Tetapi, seorang peneliti jangan berhenti di topik X saja, tetapi harus diberi pertanyaan mengapa (why). Konsep what di poin I berkaitan dengan opini, sedangkan konsep why berkaitan dengan reasons (alasan). Selain kedua topik itu, di poin III ada topik how. Ini berkaitan dengan bukti-bukti. Oleh karena itu, formula di atas begitu menarik. Anda dapat mengerjakan jenis penelitian apapun juga yang Anda sukai untuk tulisan Anda.
Minggu, 10 Maret 2013
Senin, 21 Januari 2013
Boleh Juga Teknik Menulis Ini
Menulis
memang dapat memotivasi orang lain tetapi lebih penting lagi kegiatan menulis Anda
dapat dilakukan dengan cepat dan terhindar dari kejenuhan. Ini persoalan yang
selalu dihadapi penulis ketika menghadapi hambatan dan mengalami kejenuhan.
Penulis
pernah melihat seorang teman menulis dengan cara yang cepat mengutip tulisan
orang. Caranya adalah mengambil satu bagian blog dan menandakan dan langsung memasukkan
di dalam tulisan.
Cara
ini paling mudah dan cepat. Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan lain.
Selain itu, Anda dapat menulis dalam jumlah yang banyak.
Anda
dapat melakukan seperti ini. Ambil satu bagian yang menarik dari sebuah
tulisan:
Temanya:
Don’t Overwork Yourself.
Penjelasannya:
Overworking is no good because the
motivation to work the next day is taken from you. So, in the end, you actually
end up getting less done if you overwork than if you simply allowed yourself to
stop and play for a little bit.
Contoh
lain:
Tema:
Write
Pembahasan:
When you don’t feel motivated to write
your poem, short story, novel, then don’t write that. But, please do write.
Write in your journal, write on you blog, write on your notepad. It can be
awful, it can be brilliant. It doesn’t matter. Write in your head. Write
something that will remind you what motivates you so that you are motivated to
write, and maybe motivate others to do the same. That’s what I did.
Cara
ini memungkinkan produktifitas tetap tinggi. Waktu tersedia lebih banyak untuk
menulis. Karena menulis adalah menulis (write
is write, write and write). Karena tidak perlu hambatan lain sebagai faktor
penghambat dari tidak memiliki pengetahuan atas sesuatu yang sedang ditulis.
Faktor
tidak memiliki pengetahuan atas sesuatu harus diatasi dengan cepat. Cara teman
dapat ditiru. Pertama, kutip sebuah bagian buku walaupun sampai beberapa paragraf.
Cara
agar tidak plagiat adalah jangan verbatim. Rubahlah kutipan langsung. Menjadi tidak
langsung. Ubah menjadi summary dan
parafrase. Cara ini dapat dibenarkan tidak ada yang salah. Oleh karena itu,
cara yang cepat untuk menulis adalah cara teman itu kemudian PEMBEDANYA adalah
Anda membuat summary dan parafrase. Misalnya, kutipan langsung di
atas Anda ubah dengan mengikhtisarkannya sebagai berikut.
Kutipan
langsung di atas Anda dapat diubah menjadi bentuk di bawah ini.
Jangan
berlebih-lebihan dalam bekerja. Bekerja terlalu sering lebur akan membuat Anda
lelah dan jenuh. Keesokan hari Anda dapat tidak bekerja atau sakit. Inilah
persoalan yang dihadapi mereka yang terlalu memaksakan diri untuk bekerja.
Atau
contoh berikutnya tentang menulis:
Seorang penulis
pasti pernah mengalami kehilangan gairah untuk menulis. Anda tidak dapat
menulis puisi, cerpen, novel. Jadi, caranya tinggalkan sementara menulis puisi,
cerpen, novel atau lainnya. Tetapi, Anda tetap menulis dengan merubah medianya
saja. Anda menulis di jurnal, di blog atau di notepad. Menarik! Anda tetap
tidak kehilangan originalitas menulis dan instink menulis tetapi rasa jenuh itu
dimainkan secara positif. Anda dapat menulis jenis tulisan lain yang penting
membuat Anda terus aktif menulis dan terus menulis. Ini pengalaman lain seorang
penulis yang bernama Ollin dalam tulisannya tentang 10 Tricks to Motivate Yourself to Write-Right Now.
Anda
tinggal menambahkan sumbernya dengan memperhatikan aspek cara pengutipan dan memberi hak kepada pemilik pernyataan yang Anda kutip itu. Kemudian rubahlah menjadi paragraf dengan menetapkan ketentuan paragraf
(kalimat topik, kalimat pendukung, kalimat penutup dan kalimat penjelas).
Agar
tidak lari ke sana ke mari, Anda harus menggunakan PENGENDALI, yaitu thesis. Dengan
demikian, Anda dapat menulis artikel dengan cepat dan mudah. Tidak perlu takut
melakukannya tanpa kuatir dengan plagiarisme.
Minggu, 30 Desember 2012
Tulisan Deskriptif
Tulisan deskriptif memiliki
kekhasan dibandingkan dengan jenis tulisan lainnya, seperti argumentatif. Tulisan deskriptif biasanya memotret salah satu hal
berikut ini: seseorang (person),
satu tempat (place),
memori (memory),
pengalaman (experience), benda (object), emosi (emotion), situasi (situation) dan lainnya. Dalam
penulisannya, Anda
diberikan kebebasan artistik dalam mendeskriptifkan. Anda harus dapat
memunculkan kesan yang jelas dan bergerak di pikiran pembaca. Kesan itu melalui
rincian penggambaran satu objek deskripsi. Bila belum dapat, Anda harus
merevisi, merevisi dan merevisi tulisan deskripsi Anda!
Dengan kata lain, menulis jenis tulisan ini memberi Anda memahami lebih atas
objek yang Anda deskripsikan dibandingkan pembaca lainnya.
Contoh paragraf deskripsi sebagai
berikut:
Ruangan tempat tidurku sangat sederhana.
Kamar
tidurku hanyalah sebuah kamar berukuran 3 X 2 meter. Tidak selayaknya disebut kamar
tidur,
hanya ada karpet yang digelar di lantai dengan seprei, bantal dan guling saja.
Kardus-kardus bekas rokok bersusun dua tiga di salah satu tepi dinding sebagai
tempat penyimpanan baju dan buku saya dan isteri. Bertahun-tahun kami melewati perkawinan kami di atas karpet
itu dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya.
Ada dua pola di dalam
pengembangan tulisan deskriptif: Pola
Show Versus Tell dan Pola Bahasa
Konkrit Versus Bahasa Abstrak. Pada pola pertama, show versus tell, misalnya, Anda hendak menulis seorang
pria menggantuk
setelah makan malam. Deskriptif pertama dapat
berupa: Pria gendut itu merasa begitu lelah setelah makan
malam.
Ini pola tell. Pria gendut itu melonjorkan kakinya di atas kursi. Kepalanya dia
senderkan ke bagian atas kursi. Tiba-tiba matanya begitu berat sehingga piring
kosong makan malamnya terlihat kabur. Kemudian, semuanya gelap dan dia terlelap
dalam tidur. Ini pola show.
Dalam Pola Show Versus Tell, sebenarnya Anda memaksimalkan penggunaan lima panca indera.
Kemahiran Anda dalam memainkan panca indera ini membuat pembaca terpaku dan
terkesan. Di dalam benak pembaca, Anda
dapat menumbuhkan rasa ketertarikan itu secara terus menerus hingga tulisan
Anda selesai. Inilah keberhasilan seorang penulis deskriptif.
Meskipun demikian, Anda perlu menguji apakah pola Show Versus Tell itu berhasil atau
tidak, Anda
dapat menggunakan pola Bahasa Abstrak
Versus Bahasa Konkrit. Kata yang Anda gunakan di dalam tulisan deskriptif diharapkan
bahasa
konkrit. Pada bahasa abstrak, misalnya Anda mendeskripsikan seorang guru yang
hebat: Pak Ahmad seorang guru yang
ngemongin. Anda rubah deskripsi di atas dengan bahasa konkrit. Misalnya, Pak Ahmad sungguh mengetahui bagaimana memberi
solusi atas kesulitan seorang murid dalam menulis cerita dan esai.
Contoh
Pola Bahasa Konkrit Versus Bahasa Abstrak
|
Bahasa
Konkrit
|
Bahasa Abstrak
|
|
The
sun was shining and a slight breeze blew across my face.
|
It
was a nice day.
|
|
I
liked writing short, rhythmic poems and hated rambling on about my thoughts
in those four-page essays.
|
I
liked writing poems, not essays.
|
|
Mr.
Smith really knew how to help us turn our thoughts into good stories and
essays.
|
Mr.
Smith was a great teacher.
|
Ada
tiga langkah yang Anda harus lakukan ketika menulis tulisan deskriptif. Tiga
langkah tersebut adalah sebagai berikut:
Rencanakan
tulisan deskriptif Anda:
·
Apa dan siapa yang Anda ingin deskripsikan?
·
Apakah alasan Anda untuk menulis satu
deskripsi?
·
Sifat penting apa yang Anda ingin fokuskan?
Buat
draf artikel deskriptif Anda:
·
Jenis panca indera apa yang penting di dalam
pengembangan satu deskripsi Anda?
·
Jenis rincian apa yang Anda ingin memberi kesan
kepada pembaca Anda?
Lakukan
revisi atas artikel deskripsi yang Anda sudah buat:
·
Apakah rincian dan deskripsi penting sudah dimasukkan
untuk mendapatkan persepsi yang sempurna dan jelas?
·
Apakah Anda mendelete rincian atau deskripsi yang
tidak penting dari tulisan Anda?
·
Apakah Anda menggunakan kata yang membangkitkan emosi
atau perspektif Anda?
·
Apakah masih ada rincian yang tidak perlu di dalam
tulisan Anda?
·
Apakah setiap paragraf di tulisan Anda fokus pada
satu aspek deskripsi saja?
·
Apakah paragraf sudah disusun dengan cara yang paling
efektif?
Beberapa contoh paragraf
deskriptif:
The Uniqueness of Washington D.C.
Many
people think that the United States is composed of merely 50 states, 48 of
which are found in the continental USA. What many may not know is that the
capital of the United States of America is not found in any of the fifty states
that are represented by the fifty stars on the US flag. Indeed, most people
know that Washington D.C. is the capital of the United States of America.
Surprisingly though, Washington D.C. is not part of any of the fifty states.
It operates as a city, a council, and a state all combined into one.
My view of ugliness
People
used to perceive beauty as the ones pleasing to the eyes. Those who have
straight hairs have them curled, while those who have curly hairs have them
straightened; yellow and white skins have them tanned while black and brown
complexions have them whitened. They never realize that they are just making
things really ugly. I believe that we should leave these things the natural way
because we are all created naturally beautiful.
Person who has influenced me most of all
Most
people writing about people who have influenced them will choose someone they
admire, a mentor or other important person who has been a role model for them
over the course of their lives. My description, on the contrary, will aim to
describe someone who influenced me in a totally opposite way: by being an
anti-role model, someone I would not like to resemble, if only for some minor points.
He is not in any way an extreme villain or anybody with strongly deficient
ethics. He is just a person who, in my mind, is going to fail in most life
situations.
New York City: A Definite Place to Visit
Since
I was a child, I have always had a great fascination for New York City.
Although regarded as the “most populated city” in the United States, the whole
city has something interesting to offer everyone. Located in the East Side,
beside New Jersey, the city was known as one of the major economic centers in
the world. It is sub divided into five boroughs, being Queens, The Bronx,
Brooklyn, Manhattan, and Staten Island respectively. Even if the city was
small, the landmarks were known all over the world.
Mothers are angels
There
is a quote that says: Mothers are angels who teach their children to fly.
Indeed mothers are angels and although we often think that mothers were
sent to torture us especially in our adolescent years when we would rather go
out with friends instead of washing the dishes or doing our assignments, our
mothers nevertheless become our pillar, not just of faith but also our pillar
of strength. Mothers may often be misunderstood but it does not mean that
they do not know better.
Memories from the Cabana
I
was born and raised in South America, a continent with a lot of mountain
ranges–ideal for mountain climbing and hiking-long winding rivers, lush
forests, wonderful beaches, as well as valleys with breathtaking views.
Based on experience, I can say that it is a tropical country; which was
confirmed during my history class in sixth grade. In a country where it’s
hot and humid, my fashion statement is sporting a large white (sometimes blue)
t-shirt and a Hawaiian type shorts. A dark pair of shades is also an
important part of my get-up as it protects my eyes from the sun’s harsh rays.
Being born in South America you might think that I have dark hair with
brown eyes and a charming smile; a typical Cabana boy.
Running Head: Hamas Victory
The
international community should continue with its restrictive policies towards
Hamas even after it has recorded huge victories in the Palestinian’s election.
Hamas has in the past declared its open hostility principle towards Israel its
interests especially in the Middle East. Unless it openly denounces such ideas,
it should continue to be treated as a terrorist group.
German Shepherd Dogs
Dogs
are considered to be the world’s most common pet. In the course of human
history, millions of domesticated dogs have been kept either as companions at
homes or helpers in various needs. They are loved not simply on account of
their unparalleled display of intelligence and perceived usefulness, but also
because they are the kind of animals that are able to establish long-term
relationships with man. As a matter of fact, man’s fondness for dogs is
something that manifests frequently. If one were to take a stroll at a park or
jog on a beach, one is almost sure to find someone taking his or her pet dogs
for a walk.
Trip to a Bowling Tournament
The
bowling tournament is a place where one would expect such excitement and
nervousness. This could be carried as one would enter the venue and would start
to hear the bowling pins throwing their bodies against one another and the hard
floor as they got pinned down starting with the heavy thud of the ball.
Athletes As Role Models
The
place of role models in life can not be overemphasized. Such models can be our
parents, church leaders, community elders and specialties in academics. Besides
this category of people, athletes have also assumed an influential status of
role models. There are many opinions about this but the best choice to make is
the complete man.
Sumber:
http://www.writeexpress.com/descriptive-essay.html
http://descriptive-essay.org/more-descriptive-essay-examples
Rabu, 05 Desember 2012
Bankrutnya Seorang Muslim
Bankrut atau
pailit adalah sebuah keadaan yang hampir setiap manusia berusaha hindari atau
jauhi. Berbeda dengan terminologi pada umumnya, Rasulullah SAW mengartikan
bankrut berkenaan dengan amal sholeh yang seorang muslim lakukan di dunia ini
tetapi tidak memadai di depan Allah ajja wa jalla di hari
kiamat.
Kata bankrut
berasal dari bahasa Italia banca rotta yang berarti bangku
yang patah. Di zaman Yunani kuno, mereka tidak mengenal istilah bankrut. Bila
seorang bankrut, maka orang itu akan menjadi budak karena utangnya (debt
slavery). Dalam Islam, seorang yang bankrut (muflis) diberi waktu
untuk membayar utangnya (QS Al Baqarah ayat 280). Lebih parah lagi orang yang
bankrut ini berkenaan dengan amal sholehnya di hari kiamat. Padahal kondisi
modern sekarang ini kurang memberi perhatian atas bankrut semacam ini. Hal ini
sesuai hadist berikut ini.
Dalam hadits
riwayat Muslim, dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya
kepada shahabat-shahabat beliau:
Tahukah
kalian siapa orang yang bangkrut itu?Mereka menjawab: Orang yang bangkrut dari
kami adalah yang tidak memiliki dirham dan barang-barang. Lalu beliau bersabda:
Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan
amalan shalat, puasa dan zakat, ia datang namun pernah mencela ini, pernah
menuduh itu, pernah makan harta ini, pernah mengucurkan darah itu, dan ia pun
pernah memukul yang lainnya lagi. Lalu orang yang ini diberikan sebagian dari
kebaikannya dan yang itu pun diberi dari sebagian kebaikannya. Apabila
kebaikannya habis sebelum tanggungannya selesai, maka keburukan orang-orang itu
akan diambil lalu ditimpakan kepada dirinya, lalu ia dilemparkan ke dalam
neraka. (HR.
Muslim)
Di dalam
hadist di atas, terdapat pernyataan yang menunjukkan perilaku seseorang,
yaitu ia datang namun pernah mencela ini, pernah menuduh itu, pernah
makan harta ini, pernah mengucurkan darah itu, dan ia pun pernah memukul yang
lainnya lagi. Ada perilaku seorang manusia yang buruk: 1. suka mencela
orang lain; 2. suka menuduh orang berbuat sesuatu yang orang itu tidak pernah
perbuat; 3. suka makan harta orang lain yang tidak halal; 4. suka mengucurkan
darah (membunuh tanpa sebab); 5. suka memukul (menganiaya). Perilaku ini
membuat seorang muslim itu bankrut dan pailit.
Hadist ini
juga menegaskan orang yang bankrut itu (muflis) berasal dari ummat
Rasulullah SAW. Padahal seorang muslim telah melakukan perniagaan terbaik
dengan Allah Ajja wajalla. Di Al Qur’an surat At Taubah ayat 111, Allah
berfirman:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah;
lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang benar dari Allah di dalam
Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan
itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah : 111)
Dengan kata
lain, seorang muslim yang bankrut sebenarnya tidak mungkin terjadi. Seorang
muslim pasti selalu mengabdikan dirinya untuk Allah subhana wata’ala semata.
Tidak ada perbuatan yang lebih baik dari mentaati Allah. Tiada perbuatan yang
lebih baik dari memenuhi hidupnya dengan perbuatan yang menyenangkan Allah ajja
wajalla. Tetapi, hadist di atas menunjukkan apa yang Rasulullah SAW kuatirkan.
Lalu mengapa perilaku itu terjadi?
Shibgah
Allah tidak cukup mewarnai perilaku hidup seseorang. Seorang ulama memiliki
ilmu agama yang paripurna tetapi perilakunya tidak sesuai dengan ilmu agama
yang dia ajarkan. Al Ghazali berkata," Ilmulah yang membedakan
manusia dari binatang. Dengan ilmu manusia menjadi mulia. Bukan dengan kekuatan
fisik, sebab unta jauh lebih kuat. Bukan dengan kebesaran tubuh, sebab gajah
pasti lebih besar. Bukan dengan keberanian, sebab singa lebih berani darinya..
. . Manusia diciptakan hanya untuk ilmu."
Ketika peradaban Islam terpuruk, ilmu agama
diporak-porandakan, ulama tidak melakukan pembaharuan terhadap Islam dan
masyarakatnya. Sebaliknya, ulama ini membuat Islam dan agamanya semakin
dijauhi. Dia telah memperpanjang masalah yang dihadapi agama dan masyarakat
muslim sekarang ini. Kehadirannya bukan menyelesaikan masalah tetapi menambah
masalah-masalah baru.
Kemudian, perilaku ulama di atas terjadi karena
pendidikan Islam hanya berupaya memenuhi kepuasan intelektual dan menjadikan
ilmu agama hanya sebagai ilmu alat. Pendidikan Islam sendiri mengabaikan inti
pendidikan dalam Islam itu, yaitu meningkatnya ilmu meningkatnya khasyyaf
(kekhusyukan kepada Tuhan) dan takwa kepada Allah.
Dalam bukunya Tajdid 'Ulum al-Din (Pembaharuan
Ilmu-Ilmu Agama), Wahiduddin Khan mengatakan sebuah keharusan untuk meneladani
generasi pertama Islam yang teguh berpegang pada Al Qur'an dan As Sunnah. Oleh
karena itu, benar adanya sabda Rasulullah SAW:
"Manusia akan berada dalam kehancuran kecuali
mereka yang berilmu. Yang berilmu pun akan binasa kecuali yang mengamalkan
ilmu. Dan yang mengamalkannya juga akan binasa kecuali mereka melakukannya
dengan ikhlas." [i]
Yang berikutnya adalah manusia tidak diperlakukan sama di depan hukum. Rakyat jelata
dijatuhi hukuman berat karena mereka tidak memahami bahwa itu salah dan
melanggar karena kemiskinan yang menjerat, seperti kasus nenek Minah yang mencuri
3 buah kakao dan dihukum 1 bulan. Sebaliknya, penegakan hukum sekarang ini
berupaya melakukan berbagai cara untuk membebaskan mereka yang memiliki
keistimewaan dan berasal dari kalangan penguasa. Bukan hanya membebaskan, tetapi
hal ini juga menjatuhkan hukuman yang lebih rendah. Perbuatan ini mendapatkan
kutukan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang terkenal:
"Wahai
sekalian manusia, sesungguhnya kehancuran umat terdahulu dikarenakan mereka
telah memilah dan memilih dalam penegakan hukum. Jika yang mencuri itu berasal
dari kalangan orang-orang lemah dan rakyat jelata (kaum dhuafa), maka
serta-merta mereka melaksanakan hukuman atasnya. Tetapi apabila yang melakukan
pencurian itu berasal dari kalangan orang-orang yang terhormat (kaum syarif),
maka mereka enggan melaksanakannya. demi Allah, andaikan Fatimah binti
Muhammad, anakku sendiri, yang sengaja melakukan pencurian, maka aku sendiri
yang akan memotong tangannya."
Hadist ini
berkenaan dengan keengganan sebagian shahabat Rasulullah SAW menghukum seorang
wanita Bani Makhzumiyyah yang melakukan tindak pidana pencurian. Kemudian,
mereka mengutus Usamah bin Zaid untuk meminta pengurangan hukuman atas wanita
itu kepada Rasulullah SAW.
Kemudian, yang
dimaksudkan dengan orang muslim yang bankrut di atas adalah orang yang
menganggap enteng perbuatan mubah dan haram. Dalam hadist di atas yang
sebagiannya berbunyi, ia datang namun pernah mencela ini, pernah
menuduh itu, pernah makan harta ini, pernah mengucurkan darah itu, dan ia pun
pernah memukul yang lainnya lagi, hal ini berkaitan dengan salah
gaul.
Seorang
muslim haruslah menjaga lisan, penglihatan dan pendengaran dari berbagai hal
yang mengeruhkan jiwa dan hati, perbuatan bermusuhan dan dendam. Seorang muslim
menjadi cermin saudaranya yang lain. Dalam pengertian ini pula, seorang yang
lalai juga menjadi cermin saudaranya yang lalai lainnya. Tidaklah mengherankan
meninggalkan perkara yang mubah dan tidak bermanfaat suatu yang dianjurkan
seperti pernyataan Ibnu Taimiyah.
Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun mengasingkan diri dari manusia dalam hal berlebih-lebihan didalam perkara yang mubah dan perkara yang tidak bermanfaat -karena zuhud terhadapnya-, maka hal itu mustahab.” [ Fatawa Ibnu Taimiyah; 10/405]
Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun mengasingkan diri dari manusia dalam hal berlebih-lebihan didalam perkara yang mubah dan perkara yang tidak bermanfaat -karena zuhud terhadapnya-, maka hal itu mustahab.” [ Fatawa Ibnu Taimiyah; 10/405]
Perbuatan
yang membuat bankrut lebih cenderung terjadi karena salah gaul. Kesalahan
bergaul menyebabkan hilang nikmat Allah, tertabur benih permusuhan dan rasa
sakit serta perbuatan membunuh dan kerugian dunia akhirat. Seorang muslim dapat
menjaga keimanan dan ketaqwaan ketika bersama dengan muslim lainnya. Ketika
keadaan berubah dan dia bertemu dengan orang-orang yang lalai dalam berdzikir,
maka seorang muslim yang taat dan menjaga keimanan itu berubah menjadi orang
yang jauh dari keimanan dan ketakwaan.
Ibnul Jauzy
berkata “Hampir tidak ada
yang menyukai berkumpul dengan manusia kecuali (hati) yang kosong.
Karena hati yang tersibukkan dengan al-haq akan lari dari makhluk. Ketika
hati kosong dari mengetahui al-haq, dia pun tersibukkan dengan makhluk.
Sehingga dia pun beramal untuk dan karena mereka, dan dia binasa karena riya’
tanpa dia mengetahuinya.” [Shaidul Khathir hlm. 217 ]
Dari salah
gaul di atas, apapun dapat dilakukan termasuk berghibah dan memfitnah. Inilah
sebuah keadaan yang membuat seorang muslim lalai dan terlalaikan. Untuk apa
bergelimpangan harta dan kekuasaan, padahal dirinya sudah masuk dalam kategori
orang-orang yang bankrut. Oleh karena itu, seorang muslim haruslah selalu
introspeksi diri. Bangunkanlah diri, jiwa dan raga sendiri sebelum Anda
membangunkan diri, jiwa dan raga orang lain. Semoga bertemu dengan Allah ajja
wajalla bukan termasuk orang-orang yang rugi dan bankrut!
Label:
Allah ajja wa jalla,
bankrut,
hadist,
hari kiamat,
pailit,
Rasulullah SAW
Langganan:
Postingan (Atom)