|
1.
|
Judul dan nama penulis
|
Politik
Anti-AS di Dunia Arab
Oleh
Zuhairi Misrawi
|
|
2
|
Pernyataan thesis dimulai dengan dua pertanyaan:
bagaimana hubungan negara-negara Arab dengan Amerika? Ada perubahan yang
cukup signifikan?
|
Musim semi Arab yang berhasil menjungkalkan rezim
otoriter di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Libya menimbulkan sebuah pertanyaan
mendasar, bagaimana hubungan negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat?
Akankah mengalami perubahaan yang cukup signifikan?
|
|
3
|
Pernyataan thesis: Realitas politik yang mesti
diperhatikan baik-baik oleh AS, dunia Arab yang disapu angin revolusi sudah
berubah secara drastis dari rezim-rezim sebelumnya.
Supporting sentences: 1. Bukan boneka para elite; 2.
Tidak dapat dikendalikan; 3. Protes atas film itu bagian dari sentimen
anti-AS.
|
Realitas politik yang mesti diperhatikan baik-baik
oleh AS, dunia Arab yang disapu angin revolusi sudah berubah secara drastis
dari rezim-rezim sebelumnya. Publik Arab tak lagi jadi boneka para elite, tetapi
kekuatan riil yang mempunyai agenda penting bagi kedaulatan politik, ekonomi,
dan budaya. Karena itu, ekspresi gerakan anti-AS ibarat tsunami yang tak bisa
dikendalikan yang setiap saat dapat mencuat ke permukaan serta menyapu simbol
dan mitra strategis AS di Timur Tengah. Protes besar-besaran, bahkan
berlebihan di dunia Arab terhadap film Innocence
of Muslims tak bisa dilepaskan dari realitas sentimen anti-AS yang makin
telanjang.
|
|
4
|
Kalimat topik: Pemerintah AS, khususnya Hillary
Clinton, menegaskan, film itu tak ada kaitannya dengan Pemerintah AS.
Supporting sentences: 1. Ditolak; 2. Tidak bisa lagi
mendikte dunia Arab; 3. Kebijakan yang merugikan aspirasi warga Arab akan
merugikan AS dan sekutunya.
|
Pemerintah AS, khususnya Hillary Clinton, menegaskan,
film itu tak ada kaitannya dengan Pemerintah AS. Bahkan, ia menyebutnya
sebagai film yang menjijikkan. Namun, publik Arab tak mau terhipnotis oleh
retorika politik yang disampaikan Pemerintah AS. Yang terjadi justru
sebaliknya, dunia Arab justru mengirimkan pesan penting bahwa AS tidak bisa
lagi mendikte mereka. Dunia Arab pasca-revolusi punya kedaulatan politik yang
tidak bisa disepelekan. Jika AS menelurkan kebijakan yang bertentangan dengan
aspirasi warga Arab, akan muncul reaksi yang bisa berakibat fatal bagi AS dan
sekutunya.
|
|
5.
|
Karena itu, protes terhadap film Innocence of Muslims merupakan bukti
kuat tentang kebencian dunia Arab terhadap AS.
Supporting sentences: 1. Yang bersalah bukan
pemerintah AS, tapi pembuat film; 2. Realitas sosial-politik di dunia Arab
tidak menguntungkan AS.
|
Karena itu, protes terhadap film Innocence of Muslims merupakan bukti
kuat tentang kebencian dunia Arab terhadap AS. Memang tak masuk akal aksi
brutal yang menewaskan Duta Besar AS di Benghazi, Libya, dan puluhan
demonstran bagi kalangan Muslim, karena yang bersalah bukanlah Pemerintah AS,
melainkan pembuat film yang kebetulan warga keturunan Mesir. Namun, AS tak bisa
menghindar dari realitas sosial-politik yang secara umum tak menguntungkan
pihaknya.
|
|
6.
|
Sub-Judul untuk menjawab pernyataan thesis kedua:
Latar belakang sentimen anti-AS di Dunia Arab
|
Beralasan
|
|
7.
|
Kalimat topik: Terpuruknya berbagai sektor kehidupan
di dunia Arab akibat hegemoni AS dalam enam dekade terakhir.
|
Sentimen anti-AS cukup beralasan karena terpuruknya
dunia Arab dalam berbagai sektor kehidupan juga disebabkan hegemoni AS dalam
enam dekade terakhir. Melenggangnya rezim otoriter di tampuk kekuasaan dalam
kurun waktu yang sangat lama tidak bisa dilepaskan dari dukungan kuat AS.
Apalagi dalam kebijakan israel-Palestina, AS sepertinya tidak mengedepankan
kepentingan 7 juta warga Israel daripada aspirasi 300 juta warga Arab yang
menghendaki kemerdekaan Palestina.
|
|
8.
|
Kalimat topik: Pew Research Center menggambarkan
dengan baik tentang sentimen anti-AS.
Supporting
sentences: 1. aktor dibalik tragedi
11/9; 2. Pelaku aksi terorisme itu AS dan Israel; 3. AS dan Israel musuh
bersama; 4. Osama bin Laden sebagai aktor terorisme.
|
Pew Research Center menggambarkan dengan baik
tentang sentimen anti-AS. Dalam riset yang dilakukan Juli 2011, dunia Arab
pada umumnya menunjukkan sikap tak percaya bahwa aktor di balik tragedi 11/9
adalah orang-orang Arab. Sekitar 75 persen orang Mesir dan 60 persen orang
Lebanon meyakini pelaku aksi terorisme adalah AS dan Israel, bukan orang
Arab. Artinya, survei ini membuktikan, AS merupakan musuh bersama. Sementara
Osama bin Laden yang selama ini disebut sebagai aktor terorisme kerap
diperlakukan sebagai hero di dunia Arab.
|
|
9.
|
Kalimat topik: Mengambil pendapat Hamada Mahmud
Ismail yang menyatakan AS dan sekutunya sebagai imperialis.
Supporting sentences: Ideologi Ikhwanul Muslim
sebagai antitesa terhadap hegemoni AS meskipun sekarang lebih fleksibel.
|
Hamada Mahmud Ismail dalam Hasan al-Banna wa Jama'ah al-Ikhwan al-Muslimin bayn al-Din wa
al-Siyasah menegaskan, Ikhwanul Muslimin salah satu kekuatan politik
terbesar pasca-revolusi sejak awal berdirinya pada tahun 1928 telah
menegaskan AS dan sekutunya sebagai imperialis. Selama AS masih melakukan
intervensi dalam bidang politik-ekonomi, maka dunia Arab tidak akan pernah
meraih kemerdekaan dan kedaulatan. Karena itu, ideologi yang dibangun
Ikhwanul Muslimin sebenarnya sebagai antitesa terhadap hegemoni AS. Sikap ini
tidak banyak mengalami perubahan hingga saat ini meski terdapat fleksibilitas
dalam hubungan diplomatis dengan AS.
|
|
10.
|
Pernyataan topik: Kunjungan Presiden Mesir Muhammad
Mursi ke AS menunjukkan sentimen anti-AS.
Supporting sentences: 1. Lawatan ke Cina bukan ke
AS; 2. Relasi baru dengan AS yang lebih setara.
|
Sentimen anti-AS dikirim dengan sangat baik oleh
Presiden Mesir Muhammad Mursi. Dalam kunjungan kenegaraan ke luar negeri untuk
pertama kalinya, Mursi tak memilih AS sebagaimana para pendahulunya, tetapi
justru memulai lawatannya ke Cina. Mursi secara eksplisit ingin mengirimkan
pesan, warga Mesir pasca revolusi tidak sama dengan rezim sebelumnya yang
mudah digoda oleh AS. Ia juga ingin memastikan kepada rakyat Mesir mengenai
relasi baru dengan AS yang lebih mencerminkan kesetaraan.
|
|
11.
|
Kalimat topik: Karena itu, AS tidak bisa lagi
menutup mata dari realitas sosial-politik ini.
Supporting sentences: 1. Pendapat Mona Eltahawy,
pengamat Timjteng dikutip
|
Karena itu, AS tidak bisa lagi menutup mata dari
realitas sosial-politik ini. Menurut Mona Eltahawy, analis politik Timteng
asal Mesir tinggal di AS, AS tak lagi bisa menganggap dunia Arab dengan
sebelah mata, dengan selalu memosisikan Arab sebagai pihak yang bersalah
karena kerap menebarkan kebencian terhadap AS. Sebaliknya, menurut Eltahawy,
AS mestinya mulai mengubah perspektifnya, kenapa mereka punya cara pandang
yang peyoratif dan stigmatif terhadap Arab. Karena itu, persoalan yang
kompleks ini harus dipecahkan bersama-sama oleh kedua belah pihak (The
Guardian, 14/9).
|
|
12.
|
Kalimat topik: Nalar orientalis terhadap dunia Arab belum
berubah sejak abad ke-17
Supporting sentences: 1. Pendapat Edward W Said; 2.
Pandangan stereotipe.
|
Film Innocence
of Muslims merupakan salah satu bukti kuat betapa nalar orientalis
terhadap dunia Arab sejak abad ke-17 masih belum mengalami perubahan yang
signifikan. Kritik ini pernah dikemukakan oleh Edward W Said dalam
Orientalism, narasi Barat terhadap dunia Arab kerap kali tidak dalam kerangka
ingin memahami agar dapat membangun koeksistensi dan horizon yang bersifat
humanistik, tetapi dalam rangka membangun dominasi dan kontrol.
|
|
13.
|
|
Karena itu, tidak sedikit para intelektual yang
mempunyai nalar stereotip terhadap dunia Arab dijadikan sebagai rujukan utama
Gedung Putih.
|
|
14.
|
Sub-Judul: Hubungan Lebih Tulus
|
Hubungan
lebih tulus
|
|
15.
|
Kalimat topik: Harus diakui, sebenarnya Presiden
Barack Obama punya keinginan kuat membangun relasi yang lebih genuine dengan dunia Arab dan Islam
pada umumnya.
Supporting sentences: 1. Mutual respect and mutual
interest; 2. Penarikan dari Irak dan Afghanistan.
|
Harus diakui, sebenarnya Presiden Barack Obama punya
keinginan kuat membangun relasi yang lebih genuine dengan dunia Arab dan Islam pada umumnya. Obama
menggarisbawahi prinsip kerja sama yang saling menghargai dan menguntungkan
kedua belah pihak (mutual respect and mutual interest), termasuk dengan Iran
yang paling keras terhadap AS. Bahkan, ia berencana menarik pasukan AS di
Irak dan Afganistn, serta fokus terhadap pembangunan dalam negeri dan
menyelesaikan masalah krisis ekonomi.
|
|
16.
|
Kalimat topik: semua itu tergantung dari hasil
Pemilu Presiden AS yang akan digelar November nanti.
Supporting sentences: 1. Mitt Romney terpilih
|
Obama punya intensi yang serius untuk memperbaiki
citra AS di dunia Arab. Namun, semua itu tergantung dari hasil Pemilu
Presiden AS yang akan digelar November nanti. Jika Mitt Romney terpilih, hal
ini akan menjadi mimpi buruk bagi hubungan diplomatik AS-dunia Arab karena
Partai Republik mempunyai kebijakan yang kaku, keras, dan rigid. Tak bisa
dimungkiri, menguatnya kelompok-kelompok ekstremis di dunia Arab akibat
kebijakan luar negeri rezim yang dipimpin Partai Republik. Hegemoni AS di
Afganistan, Irak dan Israel merupakan akar-akar persoalan yang menyuburkan
sentimen anti-AS di dunia ARab. Karena itu, kemenangan Obama dalam Pemilu
Presiden AS merupakan angin surga bagi relasi AS-dunia Arab. Sebaliknya,
kemenangan Romney akan menjadi mimpi buruk dunia Arab dan AS sekaligus.
|
|
17.
|
Nama Penulis dan latar belakang pendidikan dan
perhatian
|
Zuhairi
Misrawi
Analis Pemikiran dan Politik Timur Tengah
|
Tampilkan postingan dengan label pernyataan thesis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernyataan thesis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 September 2012
Analisis 5W1H dan Claims and Supporting Paragraphs atas Politik Anti-AS di Dunia Arab
Selasa, 25 September 2012
Analisis atas Artikel Opini
Belajar menulis artikel opini tidak hanya membolak-balik
membaca teori menulis. Itu memang penting. Membaca teori menulis hanya
ibaratnya Anda latihan perang. Belajar menulis harus ditingkatkan dengan terus
menulis sendiri. Ibarat Anda disuruh terjun ke medan peran. Segala teori menulis mulai
dipraktekkan. Oleh karena itu, tuangkan tulisan-tulisan Anda setiap waktu.
Salah satu membantu membantu kemampuan tulis menulis Anda
adalah menganalisis artikel opini orang lain. Analisis ini akan menjadi seperti
pisau yang terus terasah tajam. Kapanpun Anda siap menggunakannya. Ketajaman
pisau ini semakin bermakna bila Anda pandai menggunakan pisau analisis ini. Di
bawah ini Anda diberikan cara menggunakan pisau analisis ini berupa 12 poin
pertanyaan yang Anda harus jawab semua. Bila belum bisa Anda jawab, maka Anda
harus merubah tulisan Anda agar memenuhi persyaratan di dalam check list di
bawah ini. Di bawah check list itu, penulis juga menyertakan dengan analisis
tulisan atas artikel opini dengan judul Tamparan
Menuju 2014 dari Saldi Isra. Selamat mencoba!
Check list dalam menilai tulisan Anda
_____ 1. Claim Anda dapat dibahas, spesifik dan berfungsi
sebagai mini-thesis
_____ 2. Setiap paragraf hanya berisi satu tujuan utama yang
dinyatakan dalam claim (kalimat topik)
_____ 3. Anda memilih data bukti sebelum menulis artikel
opini daripada menggunakan "metode memasukkan kutipan di sini."
_____ 4. Anda mengintegrasikan data bukti (kutipan) dengan
apik dan enak dibaca ke dalam tulisan Anda sendiri.
_____ 5. Anda tidak memasukkan kutipan panjang ke dalam
tulisan Anda. Anda memilih kutipan pendek dan bermakna.
_____ 6. Data bukti Anda tidak dapat berdiri sendiri tetapi
menghendaki perhatian melalui pemahaman yang mendalam atas teks (close-reading) dan penjelasan.
_____ 7. Di dalam paragraf tubuh karangan Anda akan
menggunakan lebih banyak waktu untuk menjelaskan HOW bukti tekstual berfungsi
atau WHY penting daripada menjelaskan atau menafsirkan tentang WHAT.
_____ 8. Kebenaran umum tidak hanya berupa mengikhtisarkan
kutipan atau menyatakan kembali kutipan dengan menggunakan bahasa yang
berbunga-bunga
_____ 9. Kebenaran umum menjelaskan HOW kutipan berhubungan
atau menunjukkan claim Anda.
_____ 10. Kebenaran umum Anda menjelaskan WHY kutipan itu
penting untuk mendukung pernyataan thesis artikel opini Anda.
_____ 11. Kebenaran umum menghadirkan hal spesifik di dalam
kutipan (diksi pemahaman yang mendalam, identifikasi dan penjelaskan literatur
atau perangkat retorika: metafora, anthropomorphisme, ethos, logos, pathos dan
sebagainya).
_____ 12. Kebenaran umum Anda tidak terlalu jauh dalam
penafsirannya.
|
Pernyataan Thesis:
Pasangan Jokowi-Ahok merupakan pasangan alternatif dari partai politik yang
melakukan proses secara tertutup dan tidak baku
Claim I:
Fenomena Jokowi-Ahok dapat mengalahkan Foke-Nara
Topic Sentence in
the 1st Supporting paragraf: Foke-Nara harusnya menang
|
Tamparan Menuju 2014
Oleh Saldi Isra
Tanpa harus menunggu perhitungan akhir Komisi Pemilihan
Umum Daerah, hasil pemilihan gubernur DKI Jakarta: pasangan calon Joko
Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Joko-Basuki) menang atas pasangan Fauzi
Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).
Bahkan, tak perlu lama pula, Fauzi Bowo pun langsung
memberikan ucapan selamat kepada Jokowi. Dalam batas penalaran yang wajar,
hasil pemilihan gubernur DKI Jakarta seharusnya dimenangkan oleh pasangan
Foke-Nara. Selain posisi Foke yang petahana gubernur DKI Jakarta, pasangan
Foke-Nara didukung pula oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PAN,
PKB, PBB, PMB, PKNU, PPP, dan PKS. Berdasarkan hasil pemilu anggota DPRD DKI
Jakarta 2009, koalisi tambun (over-size) parpol pendukung Foke-Nara ini
meraih lebih dari 73 persen suara pemilih.
|
|
Supporting
Paragraph: Jokowi-Ahok harusnya kalah
|
Sementara itu, masih dalam batas penalaran yang wajar
pula, harusnya duet Jokowi-Basuki tak masuk putaran kedua, apalagi memenangi
pemilihan. Selain bukan petahana di DKI Jakarta,
Jokowi-Basuki hanya didukung oleh PDI-P dan Gerindra dengan dukungan suara
kurang dari 16 persen pemilih. Jikalau hanya melihat basis dukungan parpol,
capaian Jokowi-Basuki dapat dinilai amat fenomenal.
|
|
Supporting
Paragraph: Sebab Jokowi-Ahok menang
|
Dari berbagai perspektif, kemenangan Jokowi-Basuki adalah
bentuk kemenangan akal sehat dan sekaligus kehancuran pragmatisme parpol
pendukung Foke-Nara. Dikatakan begitu, gejala umum yang berkembang, parpol
lebih mengandalkan dukungan uang dan kekuasaan daripada figur yang punya
pemahaman kuat terhadap kebutuhan rakyat.
|
|
Supporting
Paragraph: Logika pemilih mengalahkan logika parpol1
|
Merujuk bentangan fakta hasil pemilihan gubernur DKI, yang
perlu dapat apresiasi adalah logika pemilih tak mau ditaklukan oleh logika
parpol. Bahkan, saat parpol berjalan dengan logikanya sendiri, berapa pun
banyak dan besarnya koalisi dibangun, pemilih mampu membuktikan, daulat
rakyat lebih mangkus dibandingkan daulat parpol.
|
|
Supporting
Paragraph: Kekalahan Foke-Nara harus dibaca sebagai bentuk hukuman nyata
pemilih bagi parpol yang tak peduli dengan suara rakyat
|
Apabila diletakkan dalam konteks target yang hendak
dicapai dari pemilu, kekalahan Foke-Nara harus dibaca sebagai bentuk hukuman
nyata pemilih bagi parpol yang tak peduli dengan suara rakyat. Bahkan lebih
jauh dari itu, hasil pemilihan gubernur DKI benar-benar menjadi tamparan
hebat di tengah hegemoni parpol menuju Pemilu 2014.
|
|
Claim II:
Hadirnya duet Jokowi-Basuki tetap harus dipandang sebagai
bentuk hegemoni parpol dengan proses yang sentralistik (top-down).
Supporting
paragraph: Pasangan Jokowi-Basuki sebagai eksperimen PDI-P dan Gerindra
|
Tetap sentralistik
Hadirnya pasangan Jokowi-Basuki memang terbilang unik.
Selain pendatang baru di tengah belantara politik Jakarta, keduanya lebih
tepat dikatakan sebagai eksperimen PDI-P dan Gerindra di tengah
"kerumunan" parpol yang sejak semula cenderung merapat ke
Foke-Nara. Karena itu, tidak terlalu berlebihan pendapat politikus senior
Partai Golkar, Zainal Bintang, hasil Pilkada DKI menunjukkan bulan madu
politik pencitraan dan parpol yang hanya berorientasi pada kekuasaan sudah di
ujung senja (Kompas, 22/9).
|
|
Supporting
Paragraph: Tawaran tokoh alternatif juga ada pada pasangan Faisal Basri –
Biem Benjamin.
|
Sebetulnya, tawaran untuk memilih tokoh alternatif tidak
hanya bersumber dari duet Jokowi-Basuki. Ketika putaran pertama, Faisal
Basri-Biem Benjamin juga hadir sebagai calon alternatif. Dengan adanya calon
alternatifyang tidak tunggal, keberhasilan pasangan Jokowi-Basuki membuktikan
bahwa calon alternatif masih perlu dukungan mesin yang efektif untuk meraih
dukungan pemilih. Tanpa itu, bukan tidak mungkin nasib yang menimpa
Faisal-Biem akan berlaku pula kepada Jokowi-Basuki.
|
|
Supporting
Paragraph: Hadirnya pasangan Jokowi-Basuki belum merupakan hasil dari
sebuah proses parpol yang terbuka dan partisipatif
|
Terlepas dari keberhasilan pasangan racikan PDI-P dan
Gerindra ini, apabila boleh sedikit menoleh ke belakang, hadirnya pasangan
Jokowi-Basuki belum merupakan hasil dari sebuah proses parpol yang terbuka
dan partisipatif. Dengan posisi itu, hadirnya duet Jokowi-Basuki tetap harus
dipandang sebagai bentuk hegemoni parpol dengan proses yang sentralistik (top-down). Untungnya hasil pilihan
hegemoni masih bisa diterima pemilih sebagia tokoh alternatif.
|
|
Supporting
Paragraph: Pasangan Jokowi-Basuki bukan hasil dari proses terbuka dengan
pola bottom-up tetapi kaku, tanpa
pola dan tertutup.
|
Sekiranya Jokowi-Basuki ditawarkan sebagai hasil dari
sebuah proses yang terbuka dengan pola yang bottom-up, kehadirannya akan kelihatan lebih elegan dan orisinal.
Banyak kalangan berpikir, dengan proses yang partisipatif, parpol dipaksa
memiliki pola yang demokratis dalam mengajukan calon guna mengisi jabatan
politik strategis, termasuk dalam pengisian jabatan kepala daerah. Tanpa
sebuah pola yang baku,
hegemoni parpol sulit dipangkas. Dalam proses pemilihan gubernur DKI,
misalnya, parpol bisa menawarkan calon alternatif yang diterima rakyat.
Namun, karena pola internal yang tidak baku
dan tak terbuka, sangat mungkin di tempat lain terjadi perilaku yang
sebaliknya.
|
|
Claim III:
Kehadiran tokoh alternatif di Pemilu 2014 suatu yang tidak mungkin
Supporting Paragraph: Sejauh ini belum kelihatan partai
membuka dan menyediakan ruang bagi calon alternatif
|
Menuju 2014
Merupakan pilihan bijak sekiranya kita segera keluar dan
meninggalkan euforia kemenangan duet Jokowi-Basuki. Menuju Pemilu 2014,
terutama pemilihan presiden (dan wakil presiden), berharap kepada parpol
untuk menghadirkan tokoh alternatif sangat mungkin seperti seekor burung
pungguk merindukan bulan. Bagaimanapun, sejauh ini belum kelihatan partai
membuka dan menyediakan ruang bagi calon alternatif.
|
|
Supporting
Paragraph: Parpol lebih banyak memosisikan diri sebagai “perahu” bagi
elite tertinggi menuju 2014
|
Kalau ada yang berpandangan bahwa kemunculan Jokowi-Basuki
membuka peluang munculnya kader potensial dari internal parpol yang selama
ini terhalang hegemoni elite tertinggi parpol menuju Pemilu 2014, pandangan
demikian akan segera terkoreksi. Melihat gejala saat ini, parpol lebih banyak
memosisikan diri sebagai “perahu” bagi elite tertinggi menuju 2014. Pola yang
mapan terbangun, posisi sebagai elite
tertinggi parpol menjadi semacam jalan bebas hambatan menuju posisi RI-1atau
RI-2.
|
|
Supporting
Paragraph: Kader potensial yang berasal dari internal parpol yang
berpeluang jadi calon alternatif sulit muncul ke permukaan.
|
Karena itu, kader potensial yang berasal dari internal
parpol yang berpeluang jadi calon alternatif sulit muncul ke permukaan. Dalam
hal ini, figur seperti Teras Narang dan Ganjar Pranowo (PDI-P), Jusuf Kalla
dan Hajriyanto Tohari (Golkar), Yuddy Chisnandi (Hanura), Lukman Hakim
Saifuddin (PPP), Fadli Zon (Gerindra), serta puluhan nama lainnya tak mungkin
menjadi figur alternatif. Mereka hanya mungkin hadir sekitarnya parpol
melakukan pross perekrutan yang bottom-up
dan terbuka
|
|
Supporting
Paragraph: Calon alternaif dari luar parpol jauh lebih sulit
|
Kalau yang dari internal tidak mudah, tentunya calon
alternaif dari luar parpol jauh lebih sulit. Merujuk aturan yang ada,
kesulitan ini benar-benar jadi jalan buntu karena tak tersedianya ruang bagi
calon perseorangan (yang bukan diajukan parpol) menjadi calon presiden.
Karena itu, figur seperti Moh Mahfud MD, Anies Baswedan, Irman Gusman, Imam B
Prasodjo, Teten Masduki, dan sederetan nama lain sulit hadir menjadi calon
sebagai alternatif. Bahkan kalau publik mendesak PDI-P dan Gerindra
mengajukan Jokowi kembali sebagai calon alternatif menuju Pemilu 2014, kedua
parpol ini pasti akan menolak.
|
|
Supporting
Paragraph: Akan munculnya calon alternatif dalam Pemilu 2014 hampir
mustahil terjadi
|
Dalam batas-batas tertentu, hasil pemilihan gubernur DKI
Jakarta memberi sedikit “kemewahan” dalam panggung politik negeri ini. Namun,
kemewahan akan munculnya calon alternatif dalam Pemilu 2014 hampir mustahil
terjadi. Kemustahilan itu hanya mungkin meluruh kalau parpol mau dan mampu
menghambil pelajaran dari tamparan yang hadir dari hasil pemilihan gubernur
DKI.
|
|
|
SALDI ISRA
Guru Besar Hukum
Tata negara dan Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas
Andalas, Padang; Anggota Badan Pekerja Forum Kebangsaan Gerakan Indonesia
Memilih
|
Senin, 24 September 2012
Struktur Paragraf Argumentatif
Ada ciri khas dari struktur paragraf argumentatif. Struktur paragraf dasarnya terdiri dari kalimat topik, dua hingga lima kalimat pendukung dan bila perlu dengan kalimat kesimpulan. Kalimat kesimpulan menyatakan kembali kalimat topik dengan bahasa yang berbeda. Kalimat kesimpulan biasanya berada di bagian akhir dari sebuah paragraf.
Gagasan utama menentukan arah argumen Anda apakah mendukung (PRO atau FOR) atau menentang (CON atau AGAINST). Gagasan utama berada di kalimat topik. Gagasan utama haruslah berupa sesuatu yang DEBATABLE. Maksudnya, gagasannya haruslah dapat diperdebatkan dan didiskusikan. Kemudian, sikap Anda mendukung atau menolak. Gunakan sudut pandang di dalam pembahasan argumentasi Anda.
Fungsi kalimat adalah untuk meyakinkan para pembaca. Anda membutuhkan berbagai jenis fakta, data, pendapat pakar atau data statistik dan lainnya. Sudut pandang akan mendukung. Sekarang tidak biasa lagi menulis paragraf yang panjang. Paragraf yang pendek dan singkat lebih disukai dan mudah dicerna pembaca. Yang penting, apa yang Anda jelaskan dapat meyakinkan para pembaca Anda.
Kedudukan sudut pandang dalam tulisan argumentatif sangatlah penting. Sudut pandanglah menentukan argumen yang Anda dukung dan ditentang. Sudut pandang dapat diketahui melalui jalinan pemilihan topik dalam pernyataan thesis dan cara penetapan kalimat topik. Sudut pandang juga dapat dilihat dari argumen yang Anda pilih dan menentang argumen lainnya (CON atau AGAINST). Rangkaian ini menyebabkan pembaca memahaminya.
Dengan demikian, tulisan argumentatif sangatlah membutuhkan penelitian. Penelitian ini dilakukan atas topik yang dibahas. Anda mengumpulkan pendapat dan bukti. Hal ini haruslah mendukung pernyataan thesis dan kalimat topik. Sudah dijelaskan di tulisan lain, pernyataan thesis dan kalimat topik tidak akan berarti tanpa dukungan pendapat dan bukti itu sendiri. Inilah peran penelitian yang harus dimainkan.
Karena Anda akan mengajukan sudut pandang Anda, perhatikan pula sudut pandang lawan secara seksama. Sudut pandang itu harus dibuktikan dengan berbagai penelitian, bukti, kasus dan pendapat pakar yang mutakhir. Bila Anda sudah dapat memastikan, pastikan kevalidan dan relevansinya. Validitas dan relevansi data itu tidak boleh diragukan atau tertolak. Bila tertolak, sudut pandang Anda tertolak pula.
Dengan demikian, kekhasan tulisan argumentatif dapat dikaji ulang dalam struktur paragraf dan tulisan itu secara keseluruhan. Kekhasan ini disertai argumen mendukung dan menolak. Jadi, semakin khas tulisan ini bila semakin berhasil Anda dalam penelitian yang dilakukan. Data Anda valid dan relevan. Oleh karena itu, teruslah berlatih menulis sehingga Anda tahu kekhasan setiap tulisan.
Gagasan utama menentukan arah argumen Anda apakah mendukung (PRO atau FOR) atau menentang (CON atau AGAINST). Gagasan utama berada di kalimat topik. Gagasan utama haruslah berupa sesuatu yang DEBATABLE. Maksudnya, gagasannya haruslah dapat diperdebatkan dan didiskusikan. Kemudian, sikap Anda mendukung atau menolak. Gunakan sudut pandang di dalam pembahasan argumentasi Anda.
Fungsi kalimat adalah untuk meyakinkan para pembaca. Anda membutuhkan berbagai jenis fakta, data, pendapat pakar atau data statistik dan lainnya. Sudut pandang akan mendukung. Sekarang tidak biasa lagi menulis paragraf yang panjang. Paragraf yang pendek dan singkat lebih disukai dan mudah dicerna pembaca. Yang penting, apa yang Anda jelaskan dapat meyakinkan para pembaca Anda.
Kedudukan sudut pandang dalam tulisan argumentatif sangatlah penting. Sudut pandanglah menentukan argumen yang Anda dukung dan ditentang. Sudut pandang dapat diketahui melalui jalinan pemilihan topik dalam pernyataan thesis dan cara penetapan kalimat topik. Sudut pandang juga dapat dilihat dari argumen yang Anda pilih dan menentang argumen lainnya (CON atau AGAINST). Rangkaian ini menyebabkan pembaca memahaminya.
Dengan demikian, tulisan argumentatif sangatlah membutuhkan penelitian. Penelitian ini dilakukan atas topik yang dibahas. Anda mengumpulkan pendapat dan bukti. Hal ini haruslah mendukung pernyataan thesis dan kalimat topik. Sudah dijelaskan di tulisan lain, pernyataan thesis dan kalimat topik tidak akan berarti tanpa dukungan pendapat dan bukti itu sendiri. Inilah peran penelitian yang harus dimainkan.
Karena Anda akan mengajukan sudut pandang Anda, perhatikan pula sudut pandang lawan secara seksama. Sudut pandang itu harus dibuktikan dengan berbagai penelitian, bukti, kasus dan pendapat pakar yang mutakhir. Bila Anda sudah dapat memastikan, pastikan kevalidan dan relevansinya. Validitas dan relevansi data itu tidak boleh diragukan atau tertolak. Bila tertolak, sudut pandang Anda tertolak pula.
Dengan demikian, kekhasan tulisan argumentatif dapat dikaji ulang dalam struktur paragraf dan tulisan itu secara keseluruhan. Kekhasan ini disertai argumen mendukung dan menolak. Jadi, semakin khas tulisan ini bila semakin berhasil Anda dalam penelitian yang dilakukan. Data Anda valid dan relevan. Oleh karena itu, teruslah berlatih menulis sehingga Anda tahu kekhasan setiap tulisan.
Minggu, 23 September 2012
Sekali Lagi tentang Tulisan Argumentatif
Tulisan argumentatif begitu penting di dunia kerja. Anda
harus menulis atau memberikan laporan kerja, mau tidak mau harus membuat
tulisan. Salah satu tulisan Anda adalah jenis tulisan argumentatif. Dengan
tulisan ini, Anda berupaya meyakinkan orang lain dengan pendapat, penggunaan
logika dan berargumentasi yang benar. Bila tidak punya kemampuan ini, tulisan
Anda kurang terarah dan bermanfaat sama sekali.
Ada empat unsur yang harus masuk di dalam tulisan
argumentatif.
1. Pemilihan Topik
2. Pandangan Berlawanan
3. Bentuk Argumen
4. Penolakan
Pemilihan Topik
Seorang penulis harus pasti dan yakin tentang sikap yang
akan diambil di dalam tulisannya. Sebelum menulis, sikap ini harus diyakini
dulu karena Anda akan merubah pemikiran pembaca sasaran Anda. Oleh karena itu,
Anda harus mengetahui segmen pembaca sasaran Anda. Apa yang mereka ketahui, apa
yang ingin mereka ketahui dan apa yang ingin belajar untuk mengetahui.
Kemudian, ada sikap tertentu yang Anda sendiri akan rubah dalam pemikiran
mereka.
Karena tulisan Anda hendak merubah cara pandang atau
pemikiran mereka, pastikan topik Anda dipersiapkan dengan baik. Buatlah
pernyataan thesis yang spesifik, dapat dipertahankan dan didukung fakta.
Pernyataan thesis haruslah didukung fakta, pendapat pakar
atau penalaran yang logis. Pernyataan thesis ini secara sadar akan mengambil
sikap berseberangan terhadap pernyataan thesis lawan. Pernyataan thesis lawan
itu dapat merupakan keyakinan, kepercayaan atau pendapat umum yang berlaku.
Akan tetapi, pernyataan thesis Anda haruslah disertai dengan dukungan bukti,
fakta atau pendapat pakar. Jangan melampaui kemampuan dari tulisan argumentatif
karena tulisan argumentatif itu ada batasan dan kelemahan pula. Tulisan ini
tidak bisa membahas tentang 'surga itu hanya angan-angan."
Pandangan Berlawanan
Pandangan berlawanan ini berkaitan dengan cara pandang Anda
sendiri. Pandangan berlawanan ini ada pada pihak pembaca yang menjadi sasaran
tulisan Anda. Sekali lagi penulis membahas tema ini. Sekali lagi, hal ini
menunjukkan keutamaan mempersiapkan diri secara sadar tentang cara pandangan
pembaca yang Anda akan rubah.
Dalam pengajaran tulis menulis di dalam literatur Indonesia,
faktor pembaca kurang dibahas secara proporsional. Kita cenderung disuruh
menulis saja tanpa melihat faktor siapakah yang akan membaca tulisan kita
itu. Ini sebuah kesalahan atau
kekurangan. Pandangan berlawanan di antara pembaca sasaran merupakan warning
atau sinyal berhati-hati yang penulis sendiri harus mewaspadai.
Bentuk Argumen
Sekali lagi! Anda harus mempersiapkan daftar argumen yang
mendukung (PRO atau FOR) dan yang menentang (CON atau AGAINST). Anda harus
memiliki konten daftar argumen yang mendukung lebih panjang dari konten daftar
yang menentang. Bila sebaliknya, Anda harus merubah sikap di dalam pernyataan
thesis Anda ke arah argumen yang menentang di atas.
Di dalam konten daftar argumen yang mendukung dan menentang
itu, pilihlah yang paling menarik dan penting di bagian pertama di dalam
tulisan Anda. Anda harus memasukkan pula di setiap konten argumen yang
mendukung dan menentang itu dengan data. Data itu dapat berupa fakta, data
statistik, contoh dan pendapat pakar. Jangan Anda pelit-pelit memasukkan data
pendukung ini. Atau jangan menganggap pendapat Anda yang lebih benar dan tepat.
Di sebutkan di atas, Anda harus memilih konten data argumen
yang paling penting dan menarik. Ketentuan ini dapat dirubah pula. Anda dapat
memilih yang paling lemah dan diakhiri dengan konten argumen yang paling kuat
di akhir. Hal ini akan memberi kesan di pembaca yang menghantam titik nadir
cara pandang yang runtuh. Konten argumen yang kuat seperti senjata pamungkas
yang Anda lepaskan ke dalam pemikiran pembaca yang sudah mulai goyah.
Penolakan
Penolakan adalah memberikan argumentasi terhadap poin yang
berlawanan dengan pendirian penulis. Ada dua keuntungan menulis poin ini.
Penulis akan mengetahui mengapa mereka benar dan mengapa pendapat yang
berlawanan itu salah. Inilah maksud dan tujuan penolakan itu. Anda menulis
argumentasi penolakan ini dengan menggunakan konten pada daftar argumentasi
yang berlawanan. Penulis harus menuangkan penolakannya itu pada satu paragraf.
Letakkan setelah paragraf yang mendukung argumentasi Anda.
Inilah empat poin yang harus ada di dalam tulisan
argumentatif Anda. Poin dua berada di dalam benak Anda. Poin 1, 3 dan 4 adalah
teknik argumentasi yang Anda gunakan untuk meyakinkan orang lain bahwa pendapat
Anda benar. Logika Anda benar dan argumentasi Anda juga benar.
Ayo terus menulis!
Langganan:
Postingan (Atom)