Tampilkan postingan dengan label paragraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paragraf. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Tulisan Argumentatif: Sebuah Eksplorasi



Tulisan opini adalah jenis tulisan yang menggunakan dasar tulisan argumentatif. Anda berupaya menerangkan pendirian Anda sebagai suatu yang benar dan lebih baik dari yang lainnya. Ada upaya untuk meyakinkan orang lain untuk menerima opini anda. Sebenarnya, tulisan argumentatif juga berupaya mencapai tujuan tersebut. Fungsi tulisan argumentatif adalah menunjukkan pernyataan Anda (opini, pendapat, teori, hipotesis) tentang satu fenomena itu benar atau lebih benar dari pernyataan orang lain.

Di  tulisan argumentatif, Anda harus membuat alasan, membuat induksi dan menarik kesimpulan. Apa yang sudah Anda rencanakan itu diterapkan dalam pembahasan. Proposisi Anda tentunya belum belum diketahui dan diakui sebagai benar. Anda harus memberi keyakinan bahwa proposisi Anda itu benar dan diakui sebagai benar. Anda perlu dukungan fakta atau prinsip-prinsip kebenaran yang sudah diketahui, diakui atau dibuktikan benar. Dengan kata lain, Penalaran Anda menjabarkan dari suatu yang diketahui atau diasumsikan untuk yang belum diketahui dan dijelaskan. Hal ini harus dilakukan. Bila tidak Anda hanya membuat pernyataan atau proposisi tanpa dukungan fakta, pendapat atau prinsip-prinsip kebenaran yang sudah diakui.


Janganlah tulisan Anda hanya sebuah pendapat yang tidak bermakna. Yang Anda harus lakukan yakinkan pembaca Anda bahwa argumentasi atau posisi Anda itu benar. Pernyataan Anda lebih akurat dan lengkap daripada argumentasi lawan anda.

Cara Membuat Tulisan Argumentasi

Mulai dengan pernyataan yang menyatakan pendapat Anda. Termasuk di dalam pernyataan itu timeliness, signifikansi dan relevansi dengan fenomena tertentu.

Kaji ulang secara kritis literatur tentang fenomena itu

Ilustrasikan bagaimana pernyataan Anda itu "lebih baik."  Penjelasan Anda harus sederhana, mudah dicerna, lebih andal dan valid.

Revisi dan edit. Lakukanlah untuk penalaran yang Anda buat.

Minta pendapat orang lain atas tulisan Anda.

Sekali lagi, tulisan argumentatif tidak hanya berisi informasi tetapi argumentatif baik yang mendukung (PROS atau FOR) atau menentang (CONS atau AGAINST).

Contoh Topik Argumentatif

1. Topik harus cukup sempit

Kalimat topik: Mariyuana harus dianggap ilegal.

Kalimat topik ini sudah benar, tetapi terlalu umum. Di bidang kedokteran, mariyuana juga digunakan dalam resep dokter dan pasien dianjurkan menggunakan mariyuana untuk mengurangi rasa sakit yang amat sangat.

Kalimat topik yang lebih baik: Menjual dan menggunakan mariyuana di tempat umum harus dianggap ilegal.

Kalimat topik ini sudah khusus. Anda tidak mengeksplorasi literatur tentang penggunaan dan penjualan mariyuana selama ini. Cari juga larangan itu secara hukum, penegakan hukum dan aspek lainnya yang dianggap perlu.

2. Topik Anda harus berisi argumentasi bukan hanya mengungkapkan fakta semata

Kalimat topik: Kita harus memutuskan apakah menggunakan sepeda atau kendaraan.

Anda tidak memutuskan pilihan Anda. Sebuah pernyataan argumentatif, Anda harus memilih mana yang Anda anggap lebih baik dan benar.

Lebih baik Anda menulis kalimat topik: Apabila berusia di bawah 30 tahun dan sehat, kita harus memutuskan bersepeda daripada berkendara mobil.

3. Jangan menggunakan kalimat tanya.

Kalimat topik: Apakah merokok merugikan kesehatan ibu hamil?

Pertanyaan bukanlah sebuah pernyataan argumentatif. Anda harus merubahnya menjadi berbentuk kalimat berita.

Kalimat topik: Merokok merugikan kesehatan ibu hamil.

4. Kalimat topik bukan hanya menyatakan fakta tetapi opini

Kalimat topik: Dengan posisi geografinya. Turki memiliki geolopolitik di Uni Eropa.

Fakta di dalam kalimat di atas tidak dapat menjadi pertimbangan dalam tulisan argumentatif.

Lebih baik Anda menulis kalimat topik: Dengan mempertimbangkan peran geopolitiknya, kita dapat menyatakan dengan tegas di sini Uni Eropa tidak dapat berdiri tanpa mengikutsertakan Turki di dalamnya.

5. Sebuah kalimat topik harus didukung dengan data (statistik, kutipan dari berbagai sumber terpercaya dan sebagainya).

Kalimat topik: Saya rasa menulis sebuah tulisan argumentatif merupakan tugas yang sangat menantang.

Kalimat topik ini kurang tepat, jangan masukkan perasaan di dalam tulisan argumentatif. Anda tidak dapat melakukan persuasif atas orang lain atas dasar perasaan.

Lebih tepat tulislah kalimat topik: Bagi saya, tulisan argumentatif merupakan tugas yang menantang.

Dengan demikian, Anda butuh perencanaan untuk menempatkan topik dengan dukungan PRO (FOR) ATAU CON (AGAINST). Jadi, Anda sepertinya harus membuat daftar gagasan yang akan menjadi topik Anda dan memilih yang paling tepat dengan pernyataan dukungan (PRO) dan penolakan (CON). Ada tiga pola yang dapat digunakan di sini:

Pola I:

Pernyataan thesis

Gagasan PRO 1
Gagasan PRO 2
Gagasan CON + Penolakan

Kesimpulan

Pola II:

Pernyataan Thesis

Gagasan CON + Penolakan
Gagasan PRO 1
Gagasan PRO 2

Kesimpulan

Pola III:

Pernyataan Thesis

Gagasan CON 1 - - - - > Penolakan
Gagasan CON 2 - - - - > Penolakan
Gagasan CON 3 - - - - > Penolakan

Kesimpulan

Contoh untuk Pola III dengan kalimat thesis: Rika tidaklah harus minum obat.

Anda buat tabel dengan kolom satu untuk pernyataan yang Dikonter dan kolom lain untuk penolakan.

Kolom pertama dengan kalimat topik: Penyakit yang parah seperti kanker, HIV AIDS tidak dapat diobati tanpa obat-obatan

Pada kolom Penolakan, kalimat topiknya: Obat-obatan juga tidak dapat mengobati penyakit yang sudah parah bila tidak didiagnosis sejak dini.

Di pernyataan penolakan itu, metode penolakan sebagian atas pernyataan yang dikonter adalah benar.

Kalimat topik lainnya: Dengan metode penyembuhan alternatif, Rika membutuhkan waktu yang panjang

Penolakan untuk kalimat topik di atas: Rika membutuhkan waktu yang lebih singkat apabila pengobatan dilakukan secara teratur. Dapat dijelaskan di sini. Metode penolakan: pernyataan yang dikonter sama sekali salah.

Dengan demikian pada ketiga pola di atas, Anda harus buat dengan jelas:

1.       Kalimat thesis. Pernyataan thesis Anda harus jelas, seksama dan terbatas. Letakkan pernyataan thesis pada paragraf pertama di esai.

2.       Ada transisi yang logis dan jelas antara bagian pendahuluan, bagian batang tubuh karangan dan kesimpulan. Transisi itu dapat berupa, kata, kalimat atau paragraf.

3.       Paragraf-paragraf di bagian batang tubuh karangan. Di dalam paragraf-paragraf itu harus memasukkan dukungan bukti dan fakta beserta penjelasannya.

4.       Dukungan bukti dan fakta itu dapat berupa data, logika, data statistik, pernyataan tokoh atau anekdot.

5.       Sebuah kesimpulan. Dapat berupa, kalimat dan paragraf. Sebuah kesimpulan biasanya menyatakan kembali pernyataan thesis tetapi dengan mengulasnya dengan berbagai bukti dan fakta yang diberikan. Pola-pola di atas dapat menerapkan ketentuan umum ini.


Dengan kata lain, gagasan pendukung Anda haruslah dapat meyakinkan orang lain. Orang lain dapat merubah kepercayaan mereka atau bertindak sesuai dengan gagasan kita. Oleh karena itu, gagasan pendukung kita harus berisi fakta, data statistik dan/atau sumber pernyataan orang lain yang dapat dipastikan benar dan mendukung. Sebaliknya, pernyataann yang dikonter haruslah benar-benar salah. Anda harus menspesifikasi gagasan yang dikonter tersebut. Berhati-hati karena bila tidak dipersiapkan dengan baik, Anda dapat diserang balik.


Sumber:


Sabtu, 22 September 2012

Fokuskan Tulisan Anda ke Pembaca Sasaran

Anda menulis apapun juga haruslah langsung diarahkan ke pembaca sasaran Anda. Pembaca sasaran menentukan konten tulisan Anda. Kadang seorang penulis pemula sering melupakan pembaca sasaran ini. Sekali lagi perlu diingatkan di sini perhatikan dengan seksama pembaca sasaran Anda bila tidak konten tulisan Anda akan kabur dan tidak tepat sasaran.

Editor atau atasan Anda bukanlah pembaca sasaran Anda. Mereka hanya membaca tulisan Anda dalam kaitan editing dan kaitan dengan organisasi Anda. Tugas Anda sebenarnya adalah memastikan pembaca akhir Anda. Jadi pastikan siapakah mereka itu? Apa yang mereka sudah tahu? Apa yang Anda harus jelaskan kepada mereka dengan tema yang Anda angkat ditulisan Anda?

Seperti sebuah cermin, tulisan Anda dilihat dari pembaca sasaran Anda. Pertama-tama, Anda harus libatkan mereka. Pembahasan berikutnya akan menunjukkan bagaimana cara pelibatan mereka tersebut.

Kedua, coba Anda memperkirakan pertanyaan yang mungkin mereka ajukan. Perkiraan pertanyaan ini akan memastikan Anda mengetahui apa yang mereka sudah ketahui, apa yang mereka ingin ketahui dan apa yang mereka ingin pelajari. Anda dapat memasukkan perkiraan pertanyaan itu dalam sub-bagian di tulisan Anda.

Ketiga, berikan pembaca sasaran apa yang mereka minati saja, apa yang mereka butuhkan untuk diketahui. Proses ini memungkinkan Anda mendekati mereka. Pembaca adalah corong tulisan Anda. Ketika mereka minat dengan tulisan Anda, pasti mereka akan membahas tulisan Anda berulang-ulang dengan orang lain atau mengutip tulisan Anda di dalam makalah yang mereka buat.

Teruslah untuk Menulis

Anda sudah mengetahui siapa pembaca sasaran Anda. Anda sudah mengetahui konten tulisan yang hendak Anda sampaikan. Sekarang Anda tinggal menuliskannya. Tulisan bukanlah media yang menjauhkan kehidupan normal kita. Tulisan hanyalah cara melanggengkan maksud dan tujuan kita secara tertulis dan mudah dibaca orang lain kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Apa yang memudahkan Anda untuk memastikan konten tulisan Anda sesuai dengan pembaca sasaran Anda? Pertama, buatlah ringkasan. Ringkasan ini dapat terdiri dari lima paragraf saja. Kenapa lima paragraf? Ada tulisan sederhana yang berisi lima paragraf saja. Biasanya bentuknya merupakan ringkasan dari pembahasan yang lebih mendalam dan komprehensif. Lima paragraf itu terdiri dari satu paragraf pembukaan, tiga paragraf pada bagian tubuh karangan dan satu paragraf penutup.

Anda sudah membuat kalimat thesis atau lead dengan pola 5W1H pada bagian paragraf pendahuluan. Pastikan logika dengan dukungan penalaran menjelaskan setiap bagian dari uraian Anda. Cara melibatkan pembaca di sini sekali lagi melalui pengajuan pertanyaan, membuat sub-heading yang Anda perkirakan menjadi perhatian pembaca dan jawaban atas pertanyaan atau penjelasan dari sub-heading yang Anda masukkan.

Usahakan jawaban dan penjelasan Anda itu mudah dibaca (friendly read). Anda dapat menggunakan grafik, tabel, bullet dan lainnya. Ingat penjelasan Anda haruslah memenuhi prinsip KISS: Keep It Short and Simple.

Setelah membuat pernyataan thesis di paragraf pendahuluan dan paragraf-paragraf di bagian tubuh karangan, jangan lupakan paragraf kesimpulan. Paragraf ini mengulangi poin-poin di bagian pernyataan thesis dan penjelasannya di paragraf-paragraf berikutnya. Arti pengulangan bukan berarti Anda menuliskannya kembali tetapi berikan penekanan poin utama penjelasan Anda plus harapan pembaca dapat gapai dari tulisan Anda.

Jangan lupa pula tulisan Anda sebelum deadline atau pada tenggak waktu yang sudah ditentukan. Berikutnya pastikan Anda merevisi, mengedit dan mengkoreksi kesalahan penulisan dan ketik seperti tanda baca, kata kurang lengkap dan lainnya.

Ayo terus menulis!

Minggu, 14 Agustus 2011

Tulisan Ilmiah Populer Juga Butuh Penelitian Ilmiah

Menulis tentu semua orang bisa. Tetapi, apabila menulis sebuah tulisan dengan penelitian terlebih dahulu tentu hanya orang tertentu yang mau melakukannya. Menulis sebuah tulisan berdasarkan penelitian tentu akan lebih rumit, jelimet dan serius. Kata yang muncul dari menulis tulisan berdasarkan penelitian adalah rumit, jelimet dan serius. Bagaimana kata rumit, jelimet dan serius dirubah menjadi mudah, berpola dan enak dibaca dalam penulisan ini. Untuk mencapai maksud tersebut, Anda harus mengetahui langkah, cara atau metodenya.

Dalam kegiatan penelitian Anda sering mendengar tentang permasalahan penelitian. Hampir semua orang yang pernah duduk di bangku kuliah pernah mendengar dan mengetahui kedudukannya. Biasanya Anda menempatkan permasalahan yang Anda akan tulis dalam penelitian di bab I. Anda juga dapat menemukan permasalahan penelitian dalam bentuk lain dalam sebuah esai atau tulisan opini. Hal ini dikenal sebagai kalimat tesis (thesis statement).

Kalimat tesis biasanya ditempatkan di paragraf awal pada sebuah tulisan esai atau paragraf terakhir di beberapa paragraf latar belakang di awal tulisan. Carilah! Pastikan Anda mendapatkan kalimat tesis ini ketika membaca sehingga Anda dapat membaca sebuah tulisan lebih fokus. Misalnya, Anda dapat melihat kalimat tesis di tulisan ini pada paragraf awal di atas di kalimat terakhirnya.

Kalimat tesis terdiri dari sebuah topik plus gagasan pendukung (supporting ideas) dan aspek spesifik yang Anda akan bahas. Contoh seperti di atas, yaitu menulis tulisan berdasarkan penelitian menghendaki pengetahuan tentang metode penelitiannya. Kalimat di atas dirubah lebih formal dan kaku sebagai sebuah konsep tulisan berdasarkan penelitian. Patokan untuk menulis kalimat tesis ada tiga, yaitu:

  • [Something] [does something] because [reason(s)].
  • Because [reason(s)], [something] [does something].
  • Although [opposing evidence], [reasons] show [Something] [does something]

Setelah membuat kalimat tesis, Anda membuat sebuah variabel penelitian yang sederhana. Buatlah variabel penelitian, yaitu variabel terikat dan bebas dari kalimat tesis di atas. Jadikanlah tulisan berdasarkan penelitian sebagai variabel terikat dan metode penelitian sebagai variabel bebas. Ada juga tulisan tanpa dengan penelitian. Yang dimaksudkan tulisan di sini adalah tulisan berdasarkan penelitian. Jadi lebih spesifik dan fokus. Demikia juga berlaku untuk metode penelitian juga sudah jelas.

Dengan menentukan variabel bebas dan terikat, Anda harus menentukan definisi tulisan berdasarkan penelitian dan metode penelitian itu sendiri. Buatlah penjelasan maksud dan tujuan dari variabel-variabel tersebut. Misalnya, tulisan berdasarkan penelitian adalah tulisan ilmiah populer yang menggunakan data-data penelitian yang sudah dipublikasikan atau opini pakar tentang sebuah fenomena. Kemudian, metode penelitian dimaksudkan adalah metode penelitian sosial terutama menggunakan data sekunder (secondary research).

Anda dapat mencari data dan bahan dari sumber resmi dan terpercaya, seperti penelitian dari universitas terkemuka di sebuah negara atau lembaga penelitian terkait. Karena kredibilitas lembaga penting untuk kesahihan dan validitas data yang diberikan. Bila menggunakan data dari internet, pastikan pula sumbernya terpercaya pula. Lakukan search dengan variabel di atas, seperti “tulisan berdasarkan penelitian” (di mesin pencari tulis: tulisan + penelitian; metode penelitian). Misalnya, dari situs FK Universitas Padjadjara, maksud "tulisan berdasarkan penelitian" adalah “tulisan yang menggunakan metode dan prinsip dari penulisan ilmiah.” Ada lagi pendapat tentang variabel penelitian kita bahwa "tulisan berdasarkan penelitian" adalah “tulisan yang harus memenuhi persyaratan sebagai karya ilmiah (isi pembahasan berdasarkan pengetahuan ilmiah; penyusunan tulisan dengan pola berpikir ilmiah dan tulisannya berupa tulisan ilmiah).” Meskipun demikian, situs ini hanya berupa blogspot. Jadi, kesahihan dan validitas datanya kurang. Angga saja variabel “tulisan berdasarkan penelitian” sudah cukup dan Anda harus membuat sebuah pernyataan sendiri untuk menjelaskan di tulisan Anda. Karena berbentuk tulisan ilmiah populer, Anda membahasnya dengan santai dan enak dibaca.

Anda baru menyelesaikan tahap persiapan (pre-writing) dari tahapan penulisan ilmiah populer. Berarti Anda sudah mempersiapkan bahan tulisan yang Anda cari dalam penelitian sekunder (secondary research) adalah ini dan itu seperti di atas. Anda tidak akan mencari bahan penelitian di luar yang Anda maksudnya di atas. Di sini Anda telah mempersiapkan menjalankan penelitian sekunder dengan teknik SQ3R (Search, Question, Read, Recall, Review). Dengan teknik ini, Anda memilah dan memilih bahan terkait. Pada variabel bebas “metode penelitian” juga perlu dijelaskan.

Anda harus melakukan hal sama seperti di atas. Lakukan search dengan mesin pencari google.com. Tulis “metode penelitian” + “secondary research”. Tanda “….” Berarti pada mesin pencari hal yang dicari tidak akan dipisahkan dan tanda “+” berarti kaitan dengan dua hal di atas. Mesin pencari akan mencari kedua konsep itu. Misalnya didapat seperti berikut ini. Penelitian sekunder (secondary research) adalah penelitian yang menggunakan metode summary atau systematic review, collation dan/atau sintesis dari penelitian yang ada. Ada juga penelitian dengan teknik meta-analytic statistical techniques, realist reviews dan meta-narrative reviews. Metode penelitian ini banyak digunakan di dalam penelitian pasar dan kedokteran. Jadi, Anda maksudkan dengan metode penelitian adalah metode yang digunakan dalam penelitian sekunder saja.

Format Anda meneliti bahan dan data secara ilmiah sudah terstandardisasi dan memenuhi persyaratan ilmiah. Anda lanjutkan tulisan Anda mencari poin-poin di atas. Buatlah hasilnya dalam bentuk note card. Sebuah kertas yang berisi data yang Anda akan gunakan dan masukkan di dalam paragraf-paragraf tulisan Anda. Teknik membuat note card harus kuasai pula. Pastikan Anda dapat menggunakan note card pada software Microsoft Word.

Misalnya, systematic review dalam penelitian sekunder berupa membuat ikhtisar dan merangkum secara kuantitatif hasil studi serupa. Misalnya, didapat dari melakukan search di google.com sebagai berikut "Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian (dalam hal ini si peneliti sebagai tangan kedua). Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan sebagainya." Masukkan dalam note card. Buatlah sub-heading dan pada paragraf mana Anda akan masukkan.

Setelah melakukan penelitian dan Anda mengumpulkan sudah lengkap data yang dibutuhkan, Anda memiliki tugas berikutnya. Anda harus menuliskannya dalam bentuk sebuah tulisan. Segala hal yang tertulis dalam note card Anda harus pastikan dapat dituangkan ke dalam tulisan Anda. Pastikan Anda menuliskan kalimat tesis di bagian awal paragraf dan biasanya diletakkan di kalimat terakhir pada paragraf pertama. Bisa pula Anda memberikan penjelasan dalam beberapa paragraf dan pada paragraf terakhir dari latar belakang Anda masukkan tulisan berupa kalimat tesis.

Anda juga harus melakukan hal sama pada paragraf kedua. Di setiap paragraf pasti ada sebuah kalimat topik (topic sentence). Kalimat topik adalah sebuah kalimat yang mengungkapkan gagasan utama pada paragraf tersebut. Biasanya diletakkan di awal paragraf. Kalimat topik itu harus merujuk pada kalimat tesis (thesis sentence). Jangan melebar dari kerangka kalimat tesis. Oleh karena itu, kalimat topik dapat disebut sebagai batu bata untuk mendirikan kalimat tesis di dalam tulisan Anda. Dengan kata lain, kalimat topik adalah sebuah topik dengan supporting ideas. Jadi pada dasarnya, kalimat tesis sama dengan kalimat topik.

Bila Anda sudah menyelesaikan tulisan Anda. Paling panjang usahakan hanya 3 halaman. Lakukan editing. Pastikan Anda menggunakan waktu yang cukup pada setiap bagian dari tulisan Anda. Usahakan cara berpikir Anda runut dan tidak meloncat-loncat. Rasionalitas terpenuhi. Jangan terbitkan atau kirim tulisan Anda sebelum Anda mengedit teknis berupa mencari salah ketik dan sebagainya. Dengan demikian, pastikan tulisan Anda enak dibaca baik dengan diam atau bersuara.

Jangan salah menulis nama orang, lembaga atau istilah. Kesalahan penulisan ini menurunkan nilai keseluruhan sebuah tulisan. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan urusan teknis dan sepele. Setiap bagian proses dalam penulisan memiliki kedudukan dan peran yang sama penting. Misalnya, systematic review dalam penelitian sekunder berupa membuat ikhtisar dan merangkum secara kuantitatif hasil studi serupa. Misalnya, didapat sebagai berikut "Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian (dalam hal ini si peneliti sebagai tangan kedua). Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan sebagainya."

Pada paragraf akhir, Anda harus menulis kesimpulan tulisan Anda. Paragraf tersebut dinamakan paragraf kesimpulan (conclusion paragraph). Anda juga dapat menambahkan satu paragraf tambahan berupa saran penulis setelah paragraf kesimpulan. Jadi, kesimpulan atas tulisan di atas adalah mengulang kembali kalimat tesis di atas. Bahwa tulisan berdasarkan penelitian menghendaki metode penelitian sekunder. Seorang penulis ilmiah populer, harus menuliskan dengan bahasa yang mudah dibaca, enak dan dapat difahami masyarakat awam. Selamat! Anda berhasil.